Batam Kita

334 dari 2.500 Pedagang Pasar Toss 3000 Di-Rapid Test, 13 Positif

Kadinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Beberapa hari lalu penyebaran virus Corona menyasar ke sejumlah pedagang Pasar Tos 3000 Sei Jodoh. Dari rilis yang disampaikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam saat itu kasus pedagang yang terpapar yakni laki-laki usia 49 tahun.

Pedagang Pasar Tos 3000 tersebut beralamat di kawasan Perumahan Glory View, Baloi Permai Batam Kota dengan kasus nomor 146. Yang bersangkutan merupakan ayah kandung dari terkonfirmasi positif kasus nomor 131 yang istrinya adalah jemaat dan teman nomor 82 yang bertemu pada saat acara pernikahan.

Berikutnya, laki-laki, usia 46 tahun. Yang juga pedagang Pasar Toss 3000, beralamat di Perumahan Perum Griya Permai, Sungai Binti, Sagulung. Pasien ini kasus baru Covid-19 kasus nomor 151. Yang bersangkutan merupakan pedagang Pasar Tos 3000 Lubuk Baja Kota Batam.

Sehubungan dengan tracing dan pengembangan kasus terkonfirmasi
positif nomor 79 yang mengatakan rutin belanja barang kebutuhan warung sembakonya diperoleh dari pasar tersebut.

Setelah itu klaster Pasar Tos 3000 ini terus bertambah. Hal ini berdasarkan hasil swab tenggorokan yang diambil tim medis gugus tugas. Terkait kasus terkonfirmasi positif tersebut tim melakukan penyisiran. Dilaporkan ada 2.500 pedagang di pasar tersebut. 13 pedagang positif.

Ada 334 orang yang dilakukan pemeriksaan rapid test waktu itu. Dengan rincian reaktif 5 orang dan 329 yang non reaktif. Dari 334 tersebut, tujuh orang diambil swab tenggorokan dan hasilnya 4 orang dinyatakan positif.

“Setahu saya rapid test pedagang Tos 3000 sudah dilakukan, semua dilakukan tim medis. Ada kasus terkonfirmasi positif, tim langsung menyisir,” kata Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Rabu (17/6).

Terpisah, Wali Kota Batam HM Rudi menyampaikan pihaknya sudah berkomunikasi bersama dengan instansi keamanan dalam penanganan dan metode yang akan diterapkan dalam menangani persoalan Covid-19 di Pasar Tos 3000. Yang perkembangan saat ini menjadi klaster penyumbang kasus positif terbanyak. Pasar di Sei Jodoh ini mulai dilakukan penyisiran lebih luas.

“Untuk itu, perlu ada tindakan tegas agar tidak ada penambahan kasus. Batam harus siap menyelesaian persoalan Covid-19 ini. Ini yang mau kita dudukkan, tindakan apa yang harus kita ambil agar persoalan ini bisa selesai. Saya sudah panggil pengelola pasar namun belum juga terselesaikan,” jelas Rudi.

Saat ini ada kurang lebih 2.500 pedagang yang ada di pasar tersebut. Dibutuhkan peralatan rapid test yang tidak sedikit. Untuk itu, pihaknya meminta bantuan kepada pengusaha agar bisa membantu pengadaan alat untuk rapid test.

“Rapid test memang sangat dibutuhkan saat ini. Karena itu kita minta bantuan dari pengusaha di Batam,” pinta Kepala BP Batam itu.(hbb)