Batam Kita

Website PPDB Batam Tak Bisa Dibuka, Orang Tua Datangi Disdik

Para orangtua mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Batam di Sekupang terkait website PPDB, Jumat (12/6). (Posmetr.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Website online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ajaran 2020-2021 masih menjadi keluhan khususnya orang tua. Saking sulitnya, ratusan orang tua mendatangi kantor Dinas Pendidikan Batam, di Sekupang, Jumat (12/6).

Keluhan disampaikan salah satunya keluhan tidak bisa mendaftarkan online ke sekolah tujuan. Hal ini diutarakan Nelly. Ibu tiga anak ini mengaku kesulitan saat mendaftarkan anaknya sejak hari pertama PPDB dibuka 10 Juni lalu.

“Dari kemarin saya terus mencoba. Pas daftar server gak bisa karena penuh pengunjung. Buka lagi, eror gak bisa diakses,” kesal perempuan 37 tahun itu.

Cerita lainnya juga dirasakan, Cristin dan sang suami harus rela bergadang untuk mendaftarkan anaknya ke SMP terdekat rumahnya. Namun, apa daya lagi-lagi jaringan yang dibuka tidak bisa dibuka. Ia pun mengaku kesal, sehingga mengambil inisiatif mendatangi Disdik Batam.

“Aku dan suami bergadang karena malam katanya bisa jadi kami mencoba. Tapi gak bisa masuk juga. Makanya, aku datang ke sini. Mana tahu bisa daftar secara manual,” harap IRT yang tinggal di kawasan Batuaji.

Jumlah pengaduan karena PPDB membludak di hari ketiga dibukanya pendaftaran. Disdik menyiapkan sembilan petugas untuk melayani aduan orangtua yang tidak bisa mendaftarkan anaknya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan saat ini pihaknya masih mencari solusi terbaik. Agar pendaftaran PPDB ini bisa berjalan lebih baik tanpa adanya keluhan dari orang tua. Berbagai opsi tengah dipikirkan dan dibahas bersama dan akan disampaikan kepada pimpinan.

“Orang tua yang datang ke kantor dan kesulitan online akan dibantu pendaftarannya. Tidak maslaha, silahkan tinggalkan berkas dan nanti petugas akan membantu mendaftarkan. Intinya kalau ada yang membutuhkan bantuan akan kami layani,” pesannya.

Selain itu mengenai pendaftaran manual. Hendri mengaku masih memikirkan mekanismenya. Seperti melibatkan pihak sekolah masih dibahas. Ada juga masukan sekolah ikut membantu mendaftarkan dengan sistem tetap online.

“Sekolah mampu mendaftarkan. Itu bisa juga, namun tetap keputusan ada di pimpinan. Kita hanya memberikan masukkan,” tutur Ketua PGRI Kota Batam.

Sebut Hendri, berdasarkan data yang masuk hari ini jumlah siswa yang masuk dan berhasil mendaftar sudah diangka dua ribu lebih. Jumlah ini hampir sama dengan pendaftaran kedua. Itu artinya, benar-benar ada pendaftar yang berhasil masuk ke website PPDB.

“Namun karena ada batasan, banyak yang mengeluh tidak bisa daftar. Intinya orang tua tetap antre dan sabar menunggu,” jelasnya.(hbb)