Kepri Jaya

Untuk Recovery, Pemprov Bentuk Tim Ekonomi

Galeri Foto

Sekdaprov H.TS. Arif Fadillah membuka rapat awal pembentukan Tim Ekonomi dalam masa Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Jumat (5/6). (Posmetro.co/ist)

KEPRI, POSMETRO.CO: Sekdaprov H.TS. Arif Fadillah menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia Jokowi terkait Pemulihan Ekonomi Pasca COVID-19 bahwa kecepatan tidak hanya dibutuhkan saat penanganan pandemi Covid-19 saja, tetapi juga untuk persiapan pemulihan akibat Covid-19.

Negara dan daerah dikatakan berhasil bukan hanya yang berhasil menangani pandemi corona secara cepat, melainkan juga yang cepat melakukan pemulihan atau recovery.

“Karena Indonesia “Wajib Pulih 2021”, maka Kepala Daerah perlu untuk mengidentifikasi secara detail sektor-sektor yang terdampak pandemi Covid-19, contohnya, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata, konstruksi dan transportasi. Selain sektor terdampak, perlu dilakukan identifikasi terhadap sektor yang mampu bertahan, bahkan mampu mengambil peluang di tengah pandemi Covid-19,” demikian penyampaian awalan Arif dalam membuka Rapat awal pembentukan Tim Ekonomi dalam masa Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Jumat (5/6).

Turut hadir mendampingi sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo dan Kepala Dinas PMD dan Catatan Sipil Sardison. Sementara melalui sambungan Virtual turut hadir kepala BI Musni Hardi K Atmaja, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan RiauTeguh Dwi Nugroho, Kepala OJK Provinsi Perwakilan Kepri Iwan M. Ridwan, serta beberapa Kepala OPD Provinsi yang terkait.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau jelas Arif hingga saat ini telah melakukan berbagi langkah-langkah pencegahan dan pemulihan covid-19 dalam bidang kesehatan diantaranya melakukan sosialisasi, melakukan Rapid test dan PCR, menyiapkan dan melakukan perbaikan fasilitas rumah sakit untuk pasien Covid, menyiapkan APD untuk tenaga medis, pembagian masker secara massal kepada masyarakat dan tindakan pencegahan lainnya.

“Secara perlahan namun pasti dengan apa yang telah kita lakukan telah membuahkan hasil dimana beberapa Kabupaten/Kota di kepri telah masuk zona hijau, dan sebentar lagi akan menyusul Kabupaten Karimun, Bintan dan semoga juga Tanjungpinang. Tinggal Kota Batam saja yang perlu penanganan ekstra dan oleh sebab itu Provinsi juga menempatkan Tim Covid-19 yang berkantor di Gha Kepri Batam untuk membantu gugus tugas Batam dalam menangani Covid,” jelas Arif.

Terkait kesehatan yang sudah sedikit bisa terkontrol, Arif kembali mengingatkan sektor yang perlu dibangkitkan kembali adalah sektor yang menjadi denyut nadi pembangunan yaitu sektor ekonomi. Oleh karena itu berdasarkan arahan Plt. Gubernur Kepulauan Riau, kami diinstruksikan untuk membentuk tim ini dalam rangka pemulihan kondisi ekonomi ditengah pemberlakuan New Normal saat ini.

“Pak Gubernur memandang perlu dan penting sekali tim ini dibentuk untuk percepatan pemulihan ekonomi. Karena kalau ekonomi ini tidak digerakkan secara perlahan maka kemampuan keuangan daerah juga tidak akan sanggup mengakomodir kebutuhan harian masyarakat yang terdampak covid lebih lama lagi, ditambah lagi ada pengurangan DBH migas dari pusat yang semakin mengurangi kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Adapun rapat pada hari ini adalah rapat awal pembentukan tim, dan diharapkan kerjasama semua stakeholder yang terkait baik dari OPD Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Bank Indonesia Batam Perwakilan Kepri, BPS Provinsi Kepulauan Riau, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri serta OJK Provinsi Kepulauan Riau.

“Walaupun ini adalah rapat awalan namun terimakasih atas respon yang cepat dan tanggap dari pimpinan instansi vertikal di Kepri yang telah langsung hadir walaupun secara virtual. Ini bukti keseriusan kita semua untuk terlibat mengangkat kembali laju pertumbuhan ekonomi di Kepri. Harapan saya pada rapat selanjuntya telah kita dapatkan rumusan-rumusan penting untuk perbaikan ekonomi Kepri pasca Covid-19,” harap Arif.(adv)