Batam Kita

7 Klaster Penyebaran Covid-19 di Batam Dimungkinkan Tumbuh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam terus melakukan penyisiran. Dari grafik terkini, sebaran kasus positif sudah terdampak pada sembilan dari 12 kecamatan se-Batam.

Dari jumlah pasien positif yang mencapai 140 orang. Titik penyebaran Covid-19 berdasarkan kecamatan disumbang terbanyak dari Batam Kota yakni 50 orang, disusul Batu Ampar 26 orang, Bengkong 20 orang, Sekupang 17, berikutnya Nongsa 15 orang, sementara Batuaji, Lubuk Baja, Sagulung, dan Sei Beduk, masing-masing hanya 3 orang. Sementara untuk kecamatan hinterland atau pulau penyangga yakni Belakang Padang, Bulang dan Galang masih zero kasus.

Melihat dari perkembangan kasus baru diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus yang berkaitan dengan berbagai klaster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor. Saat ini ada tujuh klaster penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Hal ini dikatakan Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Rabu (3/6).

“Kalau sebelumnya hanya ada 4 klaster sekarang tambah 7 klaster. Makanya jumlah pasien positif terus naik. Karena kita bergerak melakukan penyisiran terus,” kata Didi.

Adapun rincian tujuh klaster per tanggal, 31 Mei di Kota Batam diawali dari klaster dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Batam sekitar 19 pasien, lalu klaster sekolah Charitas Batam ada 5 pasien, kemudian klaster Sekolah Setukpa Polri 4 pasien.

Berikutnya klaster Bengkong sekitar 16 pasien, disusul klaster Jamaah Tabligh WNA India ada 31 pasien, lalu klaster HOG Eden Park Batam sebanyak 32 pasien dan klaster Palm Spring Batam sejumlah 4 pasien.

Lanjut Didi, pihaknya terus bergerak menyisir dan mengupdate data perkembangan kasus Covid-19 di Batam. Termasuk perkembangan peningkatan pasien di tiap klaster yang terus tumbuh dan diperkirakan berpotensi munculnya klaster baru penyebaran.

“Jika dilihat sekarang peningkatan terbanyak terjadi di Batam Kota dan Nongsa. Batu Ampar dan Bengkong yang sebelumnya jadi epicentrum sudah mulai mereda,” terang Didi lagi.

Namun demikian dari klaster yang disebutkan di atas sebagian pasien positif Covid-19 sudah ada dinyatakan sembuh dan ada juga yang meninggal dunia. Dan ada juga masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan.

Sementara, Wali Kota Batam HM Rudi memperintahkan Dinkes Kota Batam untuk terus melakukan penyisiran terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar corona virus disease. Hal itu sebagai upaya untuk mempercepat penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kenapa grafik positif Covid-19 naik di Batam? Karena kami sisir dan ini bagus jadi cepat diketahui supaya tidak tambah menyebar kemana-mana,” ucap Rudi baru-baru ini.

Dijelaskan Rudi, bahwa tak semua daerah melakukan seperti Batam yang menyisir langsung ke lapangan. Saat ini, mungkin saja jumlahnya lebih banyak dari yang sudah diketahui, karena beberapa pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sama sekali tidak merasakan gejala atau kategori orang tanpa gejala (OTG).

Penyisiran terus dilakukan tidak lain adalah untuk mempercepat siapa saja yang positif Covid-19. Sehingga begitu dites dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19 maka, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bisa melakukan tindakan selanjutnya untuk membantu perawatan pasien Covid-19.

“Mereka yang positif kita rujuk. Dan yang OTG kita karantina. Di lapangan kita masih banyak ditemuai masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi. Jadi, mari bantu pemerintah untuk menekan mata rantai virus ini. Dengan mengikuti protokol kesehatan, yang sering kita imbau,” pesan Kepala BP Batam itu.(hbb)