Lingga

27 Petugas Medis RSUD Dabo ‘Diistirahatkan’

Direktur RSUD Dabo Singkep, dr Bukit Gultom. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Puluhan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo yang memiliki riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 asal Dabo Singkep yang meninggal di Batam diistirahatkan sementara.

“Pastinya petugas yang kontak dengan pasien kemarin, kita istirahatkan dulu, sesuai riwayat kontak mereka terakhir dengan pasien positif Covid-19,” ungkap Direktur RSUD Dabo, dr Bukit Gultom, Rabu (3/6).

Dia mengaku, sampai saat ini ada puluhan petugas rumah sakit yang diistirahatkan sementara di beberapa tempat dan juga di rumah masing-masing, untuk menghindari kontak dengan masyarakat yang lain.

“Semuanya ada 27 petugas, ada yang diistirahatkan di rumah, ada juga yang di Pagoda Dabo sebagi ruang isolasi, dan ada juga di mess dokter,” sebut pria cukup familiar dengan awak media.

Terkait dengan adanya staf rumah sakit yang diistirahatkan bukan dirumahnya, sambung Bukit Gultom, sebab kondisi rumah mereka kurang memungkinkan.

“Jadi ada juga kondisi rumah mereka tidak memungkinkan untuk diistirahatkan, jadi kita pergunakan mess dokter sekitar 8 atau 9 orang, yang sedangkan di Pagoda Dabo ada 3 orang,” jelasnya.

Sambungnya lagi, mereka itu staf rumah sakit ini bukan diisolasi seperti pasien Covid-19. Tapi mereka diistirahatkan dihitung sejak kapan kontak terakhir antara staf RS dengan pasien sampai 10 sampai 14 hari kedepan.

“Ada yang sampai Rabu ini, Kamis sudah masuk. Ada juga yang besok sudah masuk kerja lagi, bervariasi. Hitungannya itu, kontak kontak terakhir dengan pasien,” jelasnya lagi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya dan semata untuk kenyamanan dan ketenangan dalam menjalankan pelayanan di RSUD Dabo setiap harinya.

Selain itu pula kata dia, pihaknya akan melihat perkembangan kondisi/gejala yang timbul pada mereka selama 14 hari setelah kontak terakhir dengan pasien tersebut.

“Kita juga tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap ikuti aturan pemerintah, pakai masker jika keluar rumah, social distancing, hindari kerumunan, sering cuci tangan dengan air mengalir.

“Semua ini hendaklah kita mulai dari diri kita sendiri, untuk menghadapi era new normal lifestyle (gaya hidup),” imbuhnya mengakhiri.(mrs)