Lingga

Di-Rapid Test Non Reaktif, 43 Warga Lingga OTG akan Di-Swab

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, Wirawan Trisna Putra. (Posmetro.co/ist)

LINGGA, POSMETRO.CO: Sebanyak 43 orang sudah dinyatakan Orang Tanpa Gejala (OTG) oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, sejak 1 warga Lingga dinyatakan positif dan meninggal dunia di Batam pada 28 Mei 2020.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, Wirawan Trisna Putra mengatakan, sebanyak 43 warga yang ada kontak dengan 1 ASN Lingga positif Covid-19 itu dilakukan rapid test.

“Sudah kita lakukan Rapid Test pada warga kita yang ada hubungannya dengan almarhum, baik melalui keluarga, teman dekat sama-sama pegawai negeri, serta pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep,” ungkap Wirawan Trisna, Selasa (2/6).

Dia menyebutkan, seluruh yang berhubungan dengan almarhum serta yang lainnya akan terus mereka telusuri untuk di Rapid Test, sehingga persoalan ini tidak membuat masyarakat khawatir.

“Untuk sementara 43 orang kita nyatakan OTG. Kemungkinan bisa bertambah, sebab tim gugus terus menelusuri warga kita yang ada hubungannya almarhum baik melalui keluarga, teman dan sebagainya,” jelasnya.

Dijelaskan Wirawan Trisna, semua warga yang di-rapid test itu hasilnya non reaktif. Namun pihaknya akan melakukan Tes Swab kepada 43 orang berstatus OTG itu.

“Insya Allah Tes Swab akan sampai hari ini dari Batam dan besok akan dilanjutkan pengecekan kembali pada 43 orang yang dinyatakan OTG. Alhamdulillah kalau di rapid test 43 non reaktif. Lebih baiknya kita tunggu juga hasil Tes Swab nantinya,” tuturnya.

Setelah melalui Tes Swab, pihaknya juga akan menunggu hasil dari Batam, sebab akan menunggu antrian, paling tidak satu Minggu kedepan baru bisa menunjukkan hasil Swab.

“Kalau di Batam hasil Swab 3 hari sudah keluar, kalau kita tentunya masih dalam antrian, paling tidak 7 hari baru hasil Swab sebanyak 43 orang yang OTG itu didapatkan,” imbuhnya.

Ia juga menghimbau masyarakat agar tidak panik dan tetaplah menjaga jarak, pakai masker, mencuci tangan dan lain sebagainya sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kita harap masyarakat tetaplah menjalankan anjuran pemerintah, tidak panik serta waspada, sehingga kita semua terhindari dari wabah yang meresahkan semua orang,” tukasnya.(mrs)