Batam Kita

Pencaker Pantau Loker dari Rumah, Mau Pulang Kampung Susah

Multi Purpose Hall (MPH), Batamindo Mukakuning masih ditutup sementara. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Bukan hanya pekerja saja yang dirumahkan, tapi mereka pencari kerja (Pencaker) juga harus berdiam di rumah. Pasalnya, tempat informasi lowongan kerja terbesar di Kota Batam yakni Multi Purpose Hall (MPH), Batamindo tak kunjung dibuka.

“Iya, sekitar 3 bulan lalu MPH ini sudah ditutup. Siapa pun yang berkunjung ke sini akan dibubarkan,” ucap Rejeki, sekuriti di kawasan Batamindo, Mukakuning, Kamis (28/5).

Seperti diketahui, sebelum pandemi virus corona, MPH masih ramai dikunjungi para pencaker. Mereka sudah datang mulai pukul 07.00 WIB hingga siang. Di tempat tersebut cukup banyak perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan cara menempelkan selebaran lowongan kerja (Loker) di mading MPH.

Namun sejak tiga bulan lalu, MPH sudah sepi karena tidak lagi dioperasikan. Pengelola Batamindo terpaksa menutup MPH dengan tujuan mencegah penyebaran virus corona. Spanduk larangan agar tidak berkunjung sudah dipasang di tiang MPH.

Menurut Rejeki, meskipun MPH ini tutup, tapi pencaker masih berpeluang mendapatkan pekerjaan. Namun informasi lowongan dan pengiriman surat lamaran kerja tidak melalui MPH, melainkan dari kantor pos.

“Untuk mengirim surat lamaran pencaker harus menggunakan jasa pengiriman kantor pos,” terangnya saat ditemui POSMETRO.CO, Kamis.

Sedangkan untuk informasi lowongan kerja, kata Rejeki, pencaker bisa search melalui aplikasi lowongan kerja. Bahkan terkadang perusahaan akan menerbitkan lowongan itu di Loker Batam.

“Tapi setahu saya, ada sejenis aplikasi yang di-download di playstore. Nah di dalam aplikasi itu ada loker,” tutupnya.

Sementara itu, Ningsih, pencaker di kawasan Batuaji mengatakan, saat ini dirinya memilih tidak melamar kerja, dan memilih berdiam di rumah sampai kondisi normal. Pasalnya, semua pusat informasi tentang lowongan kerja sudah ditutup. Terkadang informasi adanya lowongan kerja itu ia dapatkan dari teman-temannya.

“Biasanya saya selalu nongkrong di MPH untuk melihat lowongan, tapi sejak ditutup saya memilih di rumah saja,” tuturnya.

Ningsih mengatakan, untuk mengirim surat lamaran harus pakai biaya.

“Ngirim lewat kantor pos pasti dikenakan biaya. Dan seperti biasanya, perusahaan hanya membutuhkan belasan orang karyawan baru, tapi yang melamar sudah sampai ratusan,” sebutnya lagi.

Kedepanya, ia hanya berharap agar pandemi covid-19 ini cepat berlalu. Dengan demikian, semua aktifitas bisa berjalan normal. Para pencaker tidak harus mengirim surat lewat pos.

“Sekarang serba bingung, mau bertahan di Batam rasanya sangat sulit. Jika mau pulang kampung, maka belum tentu kita bisa diterima di kampung gegara virus corona ini,” tutupnya.(jho)