Batam Kita

Di Tengah Pandemi Covid-19, Batam Bersiap Sambut New Normal

Wali Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam masuk dalam percontohan new normal atau tatanan kehidupan baru yang direncanakan pemerintah pusat di tengah pandemi Covid-19.

Menyambut wacana tersebut Pemerintah Kota Batam melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama, organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi vertikal lainnya mengambil keputusan sekaligus penandatangan penyataan dukungan mengikuti aturan protokol kesehatan, di Panggung Dataran Engku Putri Batamcentre, Rabu (27/5).

“Dalam rangka kebijakan pusat new normal yang dilakukan di Kota Batam. Saya sering mengumpamakan Covid-19 ajang menuntut ilmu. Karena hampir tiga bulan. Kita analisa dan kita pelajari kita harapkan lulus hari ini,” ujar Wali Kota Batam HM Rudi.

Rudi berencana mulai 27 Mei hingga 14 Juni mendatang kita betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Karena tanggal 15 Juni, Batam akan dibuka kembali. Sehingga menjelang dibuka nanti, semua benar-benar bersih untuk menyambut fase new normal.

“Semua pihak harus menyiapkan kedatangan new normal. Sebetulnya kita sudah menerapkan kehidupan sudah normal. Seperti bertemu dengan banyak orang, berjabat tangan dan lainnya. Namun setelah Covid datang kehidupan kita berubah,” kata Rudi lagi.

Suami Marlin Agustina Rudi ini mengajak semua pihak menjadi guru dengan memberikan edukasi. Dengan mengimbau masyarakat pakai masker, jaga jarak dan terapkan hidup sehat. Meski demikian penyisiran tetap dilakukan. Pihaknya juga akan melibatkan ASN untuk mengawasi dan melaporkan semua tempat kegiatan kepada tim jika tidak menaati kebijakan yang ada.

“Ketika di lapangan ada melanggar kita tindak. Agar 16 atau 17 hari kedepan kita bisa menyatu dan berteman dengan Covid kita yang mengatur virus ini. Ada 3 hal penting harus dipatuhi pakai masker, jaga jarak dan jaga kesehatan. Karena virus ini belum ada vaksinnya. Obatnya pada mereka yang sembuh dengan mengikuti protokol kesehatan,” pesan Rudi.

Hal senada juga disampaikan Plt Gubernur Kepri, Isdianto. Pemprov juga menyambut new normal. Karena Batam adalah sentral penting di Kepri. Sehingga, pihaknya sangat mendukung kebijakan yang diusulkan pemerintah pusat setelah Bali dan Yogyakarta sebagai pilot project.

“Kita akan mulai new normal berdampingan dengan Covid. Kenapa? Karena semua harus mengikuti protokol kesehatan Covid. Batam menjadi percontohan dari pusat setelah Bali dan Yogyakarta,” kata adik M Sani itu.

Isdianto berharap masyarakat Batam patuh dalam menyambut tatanan baru ini. Dengan mengikuti protokol kesehatan. Jika semua dilakukan, harapan terbesar virus ini akan selesai. Dan kehidupan kembali normal seperti biasa.

“Alhamdulillah, semua pihak saling berbagi rasa baik itu pemerintah daerah maupun provinsi dalam menangani Covid-19. Kita berharap Kota Batam yang kita cintai ini bersatu padu melawan virus ini,” harap Isdianto.

“Hari ini Pak Wali (Rudi) silaturahim dengan tokoh lintas agama, OPD dan instansi lainnya. Yang substansinya membincangkan rencana pemerintah menjadikan Batam sebagai salah satu pilot project new normal bersama Bali dan Yogyakarta,” kata Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad, Selasa (26/5) kemarin.

Sambungnya, di mana kemungkinan besar akan mulai diterapkan, 15 Juni nanti. Namun, sebelum semuanya dibuka dua minggu ke depan diminta kepada seluruh tokoh yang hadir, agar dapat bersama-sama melakukan penguatan dalam tiga hal. Pertama penerapan memakai masker, lalu tetap melaksanakan physical distancing, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Sementara, untuk tim di tingkat Kecamatan tetap terus bergerak melakukan penyisiran. Baik yang sakit maupun yang kontak dekat dengan pasien positif,” kata Amsakar.

Selain itu untuk pengelola tempat ibadah, pasar, pelabuhan, bandara, sekolah, mall atau swalayan, restoran, cafe atau kedai kopi dan berbagai tempat yang berpotensi melakukan aktivitas keramaian. Di minta untuk membuat surat pernyataan. Bahwa hanya jika nanti dibuka pertengahan Juni semua menjamin dan siap mematuhi protokol kesehatan.

“Ada 9 tokoh yang menyampaikan pendapat tadi. Dan memberikan apresiasi dan menganggap ini sebagai berita gembira yang patut untuk didukung. Rencananya besok kembali akan dilakukan rapat yang lebih luas dengan melibatkan FKPD, Pengusaha, OPD, Camat, Dan tokoh-tokoh lintas agama yang tadi hadir. Di pertemuan besok lah akan diambil keputusan finalnya,” ulasnya.(hbb)