Batam Kita

Soerya Respationo Sampaikan Khotbah, Dahsyatnya Sedekah dan Berbuat Baik

Soerya Respationo saat menyampaikan khotbah dalam salat Iduf Fitri 1441 Hijriah yang digelar di kediamannya Perumahan Duta Mas, Batamkota. (Posmetro.co/abg)

BATAM, POSMETRO.CO: Soerya Respationo menggelar salat Iduf Fitri di kediamannya bersama keluarga besar di Perumahan Duta Mas, Kota Batam, Minggu (24/5). Dalam menjalani ibadah ini juga tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Di lokasi yang berada di samping rumah mantan Wagub Kepri tersebut terlihat anak, cucu, menantu, satu per satu berdatangan. Mereka memakai masker, dan jaga jarak.

Di bawah tenda khusus bernuansa merah putih itu, Soerya melaksanakan salat Idul Fitri bersama keluarga dengan khusyuk dan tumaknina.

Sejak pukul 06.30 WIB ia sudah menunggu kedatangan tamunya. Hingga memasuki pukul 07.00 WIB, salat Idul Fitri dimulai.

Soerya Respationo bertindak sebagai khatib, dan imamnya adalah Masduki, menantunya.

Dalam Khutbah singkatnya, Soerya menyampaikan bahwa puasa ramadan adalah refleksi diri, cermin diri terhadap apa yang sudah dilakukan selama ini.

“Kalau sudah bercermin, maka dengan ini kita sedang berusaha hijrah dari perilaku buruk berubah ke perilaku yang lebih baik, dari tahun lalu,” ungkapnya.

Rasulullah dalam hadist Thabrani mengatakan, sebaik-baik manusia adalah mereka yang membawa manfaat bagi orang lain.

Sebagaimana di dalam surat Al-Isra ayat 7 disampaikan bahwa sesungguhnya apabila engkau berbuat baik pada orang lain, maka engkau berbuat baik untuk dirimu sendiri.

Tak hanya itu, sebagaimana disampaikan rasulullah juga, bermanfaat bagi orang.

Perlu diingat bahwa bersedekah dan berbuat baik, bukan hanya dilakukan di bulan ramadan. Tetapi, seterusnya harus bisa selalu berbuat baik, dan bersedekah pada orang lain.

“Dalam Al-Baqarah ayat 261, jika rajin bersedekah, maka insya Allah, Allah SWT akan melipatgandakan pahala kita,” ungkapnya.

Dijelaskan juga bahwa, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah sudah mengeluarkan imbauan, agar tidak menggelar salat idul fitri di masjid atau lapangan, dan tidak dalam kelompok besar.

“Jadi, sesuai anjuran pemerintah, maka kita gelar salat idul fitri di rumah masing-masing. Sebagai wujud nyata imbauan dari pemerintah kita gelar salat ied di rumah, dengan memperhatikan protokol kesehatan dan khutbah yang singkat,” jelas Soerya.

Ia juga mengutarakan niatnya usai menunaikan salat Ied, melanjutkan agenda ziarah di makam orang tua dan almarhum istri.

“Kita tetap maaf-maafan dengan keluarga, meski di tengah pandemi. Maaf-maafannya tanpa berjabat tangan dan cipika-cipiki,” sebutnya.

Sedangkan saat di rumah, ia menyempatkan diri rutin membaca buku, membersihkan interior rumah yang berdebu. Menata rumah, menata taman. Lebih banyak waktu untuk bercengkrama dengan anak cucu.

Selama wabah Covid-19, rutinitasnya di luar rumah lebih banyak didominasi dengan kegiatan-kegiatan bakti sosial di masyarakat.

“Selama ada wabah covid, kita sering melaksanakan kegiatan sosial. Terutama yang berkaitan dengan kepedulian terhadap sesama, dan partisipasi untuk memutuskan mata rantai Covid-19. Seperti bagi-bagi sembako, hand sanitizer, masker, bagi-bagi takjil dan buka puasa. Penyemprotan disinfektan di rumah warga,” ungkapnya.(aiq/abg)