Batam Kita

Pedagang Sayur Keliling Positif Covid-19, Emak-emak di Nongsa Khawatir

Pedagang sayur keliling yang terkonfirmasi positif Covid-19 dijemput ambulan untuk dibawa ke RSKI Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam. (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Kabar terbaru. Satu warga Kecamatan Nongsa berinisial M berusia 40 an tahun, dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam pada Rabu (20/5). Pedagang sayur keliling di Nongsa ini terkonfirmasi positif Covid-19 dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam.

M diketahui sudah lama berjualan sayur keliling komplek perumahan di bilangan Nongsa. Seperti Perumahan Citra Mas, Perumahan Nongsa Asri dan Kampung Lembang Jaya.

“Iya. Ibu-ibu komplek jadi khawatir. Karena yang bersangkutan cukup akrab sama emak-emak. Dia suka ngobrol,” kata A seorang warga Nongsa yang enggan ditulis namanya kepada POSMETRO.CO.

Setahu dia, M beberapa waktu lalu sempat akan keluar kota. Tapi saat mengikuti rapid test di bandara Hang Nadim Batam, hasilnya mengecewakan.

“Tes (rapid test). Tahu-tahu hasilnya reaktif. Jadi gagal berangkat,” kata A. Nah, sejak itulah M masuk dalam Orang Dalam Pantuan (ODP). Apalagi setelah hasil swab keluar, M langsung dijemput.

“Bapak ini bisa jadi kategori OTG (orang tanpa gejala). Imunnya kuat,” timpalnya.

Diakui A, memang pasca dijemputnya M menggunakan mobil ambulan milik Puskesmas Kampung Jabi, Nongsa, warga yang sempat close contact dengannya jadi khawatir. Sebab, selain berjualan sayur kelilling, M juga jualan dikedai miliknya di sekitar Batubesar.

“Iya benar (sudah dijemput). Sudah positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Diakui Didi, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini merupakan kasus pertama di Kecamatan Nongsa. Karena sebelumnya, Kecamatan Nongsa dikategorikan dalam zona hijau penyebaran Covid-19 di Batam.

“Sekarang sedang jalani isolasi. Untuk tracing sementara anggota keluarga sebanyak 8 orang. Terdiri dari anak, istri dan pembantu. Di tambah closed contact lain,” kata Didi, Kamis (21/5).

Sebanyak 10 orang close contact lainnya yang akan ditracing. Lantaran pasien tersebut juga sering salat rutin ke masjid. Selain itu M juga sering berbelanja untuk bahan jualannya ke Pasar Jodoh, Kota Batam.(cnk)