Batam Kita

Ini Pengalaman Petugas Kamar Jenazah RSBP Batam Menangani Pasien Covid-19

Ninuk, petugas kamar jenazah RSBP Batam saat bincang santai dengan tema “Cerita Garda Terdepan Petugas Medis RSBP menangani Covid-19” pada Jumat (15/5).(Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Panas, keringat dan sesak. Itulah rasanya kalau pakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Sebagai garda terdepan di RS Badan Pengusahaan Batam di Sekupang, tim medis tak pernah mengeluh menangani pasien terpapar Covid-19. Lantas bagaimana, petugas kamar jenazah menangani pasien yang meninggal dengan gejala Covid-19.

“Kalau mayat sudah beberapa jam, pengambilan swab kami lakukan lewat hidung. Karena kami sudah berpengalaman menangani pasien HIV,” kata Ninuk, petugas kamar jenazah RSBP Batam saat bincang santai dengan tema “Cerita Garda Terdepan Petugas Medis RSBP menangani Covid-19” pada Jumat (15/5).

Ninuk mengatakan, di kamar jenazah mereka hanya bertiga dengan Nurdin dan Syukur. Dan belum ada APD saat itu.

“Kami pakai jas hujan warna hitam. Tapi hanya dua tiga jam saja,” terangnya.

Tapi, Ninuk bersama rekannya tetap dibimbing menangani jenazah yang terkonfirmasi corona sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

“Sekarang sudah ada ruangan yang baru sudah lapang sudah terbiasa. Kami mengerjakan tidak sengsara atau apapun. Intinya kerja ikhlas,” ucapnya.

Selain itu, sambung Ninuk, di kamar mandi semua sudah disiapkan. Jadi petugas kamar jenazah keluar dari ruangan itu sudah bersih dan rapi. “Jadi sekarang kami sudah terbiasa,” katanya lagi.

Nah terkait penanganan jenazah Covid- 19, pihaknya tetap menerapkan SOP. Jenazah setelah dimandikan, di-wrapping atau dibungkus rapi sesuai agamanya.

“Yang muslim disalatkan dulu. Kita wrapping tapi masukkan dalam peti, semprot disinfektan, terus wrapping lagi, terus semprot lagi, sampai ke pemakaman,” terang sembari mengatakan ia harus memastikan, jenazah harus segera dikubur. Kalau meninggal malam, malam itu juga harus dikuburkan.(cnk)