Batam Kita

Gelar Salat Jamaah di Zona Merah, KakanKemenag: Laporkan ke Tim Gugus Covid-19

Rapat koordinasi terkait kebijakan pelaksanaan Idul Fitri, dan lainnya, di Panggung Dataran Engku Putri Batamcentre, Jumat (15/5).(Posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Memperhatikan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 Tahun 2020 tanggal 13 Mei 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.

Hal ini menetapkan ketentuan pelaksanaan salat lebaran boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lain bagi umat Islam.

Namun, penetapan tersebut hanya berlaku pada status daerah zona hijau dan kuning. Sedangkan, untuk kawasan zona merah untuk sementara salat Idul Fitri dilakukan di rumah baik sendiri maupun keluar.
“Sesuai edaran Kemenag, MUI dan dan Gubenur Kepri mengenai masa wabah Covid-19 tentang ibadah. Apalabila suatu daerah masuk zona merah. Segala bentuk kegiatan keagaman termasuk salat Idul Fitri sebaiknya dilakukan di rumah untuk saat ini,”  kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakamenag) Kota Batam, Zulkarnain, usai rapat koordinasi terkait kebijakan pelaksanaan Idul Fitri, dan lainnya, di Panggung Dataran Engku Putri Batamcentre, Jumat (15/5).
Salah satu daerah yang menetapkan pelaksanaan ibadah di rumah yakni Batam dan Tanjungpinang karena dua kota yang masuk zona merah. Sementara daerah lainnya bisa melaksanakan salat Idul Fitri namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti Karimun masuk zona kuning, sedangkan kawasan hijau hanya Bintan, Lingga, Natuna dan Anambas.
“Karena Batam masuk zona merah sehingga ibadah idul fitri di rumah. Ini berlaku baik di mainland maupun hinterland. Meskipun ada yang bilang bebeberapa kecamatan dan pulau dikatakan zona hijau. Kita tetap mengikuti imbauan pusat ini kita lakukan untuk memutuskan mata rantai virus ini,” pesan Zulkarnain lagi.
Selain ibadah, kegiatan lainnya seperti takbir keliling, silaturahmi atau halal bihalal dan lainnya juga untuk sementara tiadakan. Sebaiknya kata Zulkarnain, untuk berkomunikasi gunakanlah media sosial.
Ia juga menegaskan jika masih ada yang kukuh tetap melaksanakan salat Idul Fitri secara berjamaah baik di masjid maupun lapangan. Ia meminta masyarakat untuk melaporkan kepada tim gugus tugas Covid-19. Agar tim untuk ditindaklanjuti dan diberi edukasi.
“Kita bersama tim tetap memberikan edukasi agar sebaiknya masyarakat beribadah di rumah. Karena saat ini kontak penularan virus ini sangat nerpotensi. Rapat hari ini kita sepakat bahwa Batam untuk sementara tidak mengadakan salat lebaran berjamaah. Jika ada tempat ibadah yang masih bandel kita minta masyarakat aktif melaporkannya ke tim gugus untuk edukasi,” pesannya.
Ia juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat Batam untuk mengikuti arahan pemerintah dan MUI, untuk tetap ibadah di rumah dulu, menerapkan sosial dan physical distancing, menggunakan masker untuk memutuskan mata rantai.
“Jadi kita masyarakat mengikuti imbauan tersebut. Kita berharap satu syawal ini Covid ini betul-betul berakhir,” harap Zulkarnain.
Hal senada juga disampaikan Wali Kota Batam HM Rudi. Batam masuk zona merah begitu juga Tanjungpinang artinya daerah ini melaksanakan segala bentuk kegiatan ibadah dilakukan di rumah masing-masing.
“Kita (Batam) sudah masuk zona merah penetapan ini dari pusat meneruskan ke Gubernur bahwa Batam tidak diizinkan salat. Tapi kalau zona kuning hijau silahkan salat. Jadi ikuti anjuran tim penanggulangan bencana Covid-19,” ulasnya.
Rudi juga berharap imbauan ini diikuti. Sehingga penyebaran virus ini tidak lagi bertambah. Segala bentuk kegiatan diharapkan untuk ditahan dulu.
“Harapan kami mari tetap di rumah, ibadah di rumah, belajar di rumah dan lainnya. Sehingga sepenuhnya zona merah ini bisa hijau. Dan kita berkativitas kembali normal,” pungkasnya.(hbb)