Batam Kita

Bengkong Zona Merah Covid-19, Klaster DD Berpotensi Membesar

Kadinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Bengkong Zona Merah. Pelan-pelan dalam 3 hari sudah 6 orang warga Bengkong positif terinfeksi Covid-19. Penyebaran Covid-19 di Kecamatan Bengkong, Batam, berawal dari kasus pasien nomor 35, berinisial DD (Darwin Darwis) yang diketahui sempat membagikan sembako kepada warga dan melaksanakan salat tarawih di Masjid Al-Furqon Bengkong.

Dari catatan POSMETRO.CO, awalnya istri dan dua anak kandung DD terkonfirmasi positif Covid-19, pada Jumat (8/5). Dari data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, hanya anak tertua DD yang dinyatakan negatif setelah dilakukan pemeriksaan swab.

Lanjut, Senin (11/5), sebanyak 3 orang kakak-beradik close contact DD pun positif terjangkit Covid-19. Ketiganya diketahui cukup dekat dengan sosok DD semasa hidupnya. Selain sebagai tetangga, 3 orang kakak-beradik ini juga telah menganggap DD sebagai ayahnya sendiri.

Mereka adalah dua remaja lelaki berinisial RA (14) dan RA (20) serta seorang remaja perempuan berinisial WC (18).

Informasi lainnya, ketiga remaja ini ditinggal oleh ibu kandungnya sejak untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia. Sedangkan sang ayah sudah lama meninggal dunia.

Tanggal 2 Mei 2020 lalu, ketiga kakak beradik ini sempat menjalani rapid test dengan hasil non reaktif. Lalu, pada tanggal 8 Mei 2020, ketiganya harus menjalani pemeriksaan swab setelah istri dan dua anak kandung DD terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi memprediksi terjadi potensi meluasnya penyebaran Covid 19 di Bengkong. “Untuk pasien nomor 35 ini sangat mungkin (membesar). Karena sempat tarawih dan bagi-bagi sembako,” kata Didi, Jumat (8/5) lalu.

Ditambah lagi, saat meninggal dunia, banyak teman dari anak kandungnya berdatangan untuk melakukan takziah.

“Mengingat 2 anak kandung pasien nomor 35 ikut terkonfirmasi positif Covid-19, ini yang menyebabkan ledakan penyebaran wabah corona,” tambahnya.

Bahkan, lanjut Didi, pihaknya masih menelusuri interaksi pasien nomor 35 dengan beberapa jamaah di Masjid Al-Furqon Bengkong, Kota Batam.(cnk)