Tanjungpinang

Ayah Kena Covid-19, Anak Diusir saat Salat di Musala

Cerita Penjual Buah Sembuh Covid-19 Selama 52 Hari di RSUP (Bagian-1)

Tuan Nz (55), pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh setelah dirawat di RSUP RAT, Senin (11/5). (Posmetro.co/aiq)

SENIN (11/5) sekitar pukul 10.00 WIB suasana RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) begitu ramai. Semua orang terlihat memakai masker. Beberapa orang yang hendak masuk ke area lobi rumah sakit harus dicek suhu tubuhnya.

Salah seorang petugas security, sudah standby di sana untuk melakukan pengecekan kepada setiap tamu.

Begitu juga awak media, terlihat berdiri dengan posisi menjaga jarak satu sama lainnya.

Kedatangan para pemburu berita itu untuk melakukan peliputan terhadap pasien positif covid-19, yang hari itu diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh dari penyakitnya.

Para kuli tinta beberapa saat menunggu kedatangan sang pasien. Tak lama, diinfokan bila sang pasien sudah akan datang.

“Pasiennya lagi siap-siap mau turun. Tunggu ya,” kata Plt Direktur RSUP Raja Ahmad Tabib Kepri yang juga menunggu pasien tersebut kepada para awak media yang setia menunggu.

Benar adanya. Setengah jam kemudian, sekitar pukul 10.30 WIB, pasien yang namanya diinisialkan Tuan Nz (55) itu pun datang.

Ia datang duduk di kursi roda yang didorong dan didampingi tiga orang tim medis (dokter dan perawat). Tepat di posisi dr Elfiani dan para awak media berdiri, di depan pintu lobi keluar masuk pengunjung, tiga orang tim medis itu menghentikan Tuan Nz.

Lelaki pasien positif covid-19 dari jamaah tabligh itu pun berusaha bangkit pelan-pelan dari kursi roda itu.

Tak disangka Tuan Nz mengajak berjabat tangan Kadiskominfo Kepri, Zulhendri. Spontan, Zulhendri menolak dan ganti menyambutnya dengan bersalaman siku tangan kanannya.

Di sela-sela itu, dr Elfiani kembali mengingatkan para awak media, tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Tolong jaga jarak ya teman-teman, ” imbau dr Elfiani yang tampak khawatir.

Ditanya terkait kesembuhannya oleh awak media, dengan lancar Tuan Nz pun menyampaikan pengalamannya sebagai pasien positif covid-19.

Di balik masker medis yang masih dia kenakan, sebagai penutup mulut dan hidungnya itu, Nz mengaku bahagia dan bersyukur atas kesembuhannya. Sehingga diperbolehkan pulang ke rumah.

Nz mengaku betah selama dirawat di rumah sakit. Apalagi perawatan yang diberikan pihak rumah sakit, begitu luar biasa.

“Saya merasa betah dirawat selama 52 hari di rumah sakit. Perawatnya luar biasa. Makannya juga enak-enak,” kata Nz.

Namun, satu hal yang tak bisa dilupakannya. Di awal-awal dirinya dirawat di RSUP Raja Ahmad Tabib, ia mengaku tak bisa melaksanakan salat lima waktu.

Lalu yang paling menyakitkan dari itu, ia mendengar kabar bahwa anaknya yang salat di musala dekat rumahnya sempat diusir. Ia tak ingin menyebutkan siapa orang yang mengusirnya.

“Betapa saya sedih sekali ketika mendengar kabar anak saya lagi salat diusir warga,” kenangnya.

Dengan apa yang dialami anaknya itu, ia pun tak bisa berbuat banyak, karena kondisinya memang sedang diisolasi di RSUP.

Baginya, semua itu merupakan ujian paling berat dalam hidupnya. Namun, ia berusaha tegar, dan ikhlas menerima semuanya.

“Saya berusaha sabar dan ikhlas menerima. Ada hikmah di balik cobaan yang saya hadapi ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.

Setelah pulang ke rumah, yang terbayang di pikirannya, ia ingin melanjutkan aktifitas berdagangnya yang sudah lama ditinggalkan.

“Setelah pulang, saya mau berdagang buah-buahan lagi. Tapi, saya harus karantina mandiri lagi di rumah selama 14 hari. Setelah itu insya Allah akan fokus jualan lagi, mencari rejeki,” katanya penuh semangat.(aiq/bersambung)