Batam Kita

Satgas Covid-19 Temukan Masjid di Bengkong Gelar Salat Berjamaah

Tim Satgas Covid-19 Bengkong saat melakukan penyisiran di empat masjid di Bengkong, Kamis (7/5) malam. (Posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Tim Kecamatan Bengkong mulai menyisir sejumlah rumah ibadah yang masih saja melaksanakan salat tarawih berjamaah, Kamis (7/5) malam. Tindakkan ini sesuai arahan Wali Kota Batam HM Rudi memita Camat dan OPD untuk bergerak menyisir sejumlah masjid.

Ketua Koordinator Satgas Covid-19 Bengkong, Yumasnur mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengimbau dan mengedukasi masyarakat. Agar mereka memahami bahwa saat ini terjadi penyebaran Covid-19 di Indonesia khususnya Batam. Dan pemerintah berupaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus ini.

“Kita berupaya bagaimana penyebaran virus ini jangan berkembang terus. Kalau berkembang terus berdampak banyak pada sejumlah sektor. Disamping itu juga berpengaruh pada perekonomian. Begitu juga orang yang dirawat, menambah persoalan. Karena akan sulit diselesaikan dengan cepat,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Batam itu.

Pihaknya punya harapan bahwa masalah Covid-19 ini cepat berakhir. Dan Batam kembali diangka Zero penyebaran virus ini. Dalam kegiatan ini ada empat masjid yang disinggahi. Di antaranya Masjid Namirah, Al Furqon, Al Isra, dan Baiturrahim. Ia mengaku dari masjid yang didatangi masih ada juga yang melaksanakan salat berjemaah meskipun relatif kecil.

“Pemerintah dan alim ulama sudah mengimbau agar masyarakat beribadah di rumah. Tapi masih ada saja yang melaksanakan salat meskipun jamaahnya relatif kecil. Kan tak mungkin orang salat diusir mereka. Jadi kita minta masjid tersebut untuk ditutup sementara dan meniadakan salat tarawih,” imbau Yumasnur.

Selain Yumasnur ada juga kepala OPD yang lain yang ikut mendampingi yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ardiwinata, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Umiyati, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Said Khaidar dan Camat Bengkong Fairus, dan unsur Polsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Puskesmas.

Saat berdialog Yumasnur meminta jemaah mengikuti imbauan pemerintah terkait penanganan Covid-19 ini. Karena Bengkong salah satu daerah zona merah Covid-19. Sehingga timnya harus melakukan penyisiran.

“Dua hari ini sudah 40 orang dibawa ke Tanjunguncang dan d karantina. Kami mohon tak usah berjemaah dulu. Kalau perlu pintu masjidnya dikunci, hanya muazin dan imam saja yang di dalam. Hari ini kami masih toleransi, besok tak ada lagi. Kalau masih berjemaah juga, semua kami angkut ke karantina,” tegasnya.

Tindakan ini diambil untuk kebaikkan dan keselamatan bersama-sama untuk mencengah penyebaran Covid-19 di Batam. Jika ini berakhir semua aktivitas kembali normal. Sehingga ia meminta pengurus masjid untuk kooperatif. Bahwa masjid tidak menggelar salat berjamaah.

“Jadi kami mohon sekali lagi, sebulan ini bersabar dulu. Kalau sehat semua, insya Allah setelah lebaran ini kita bisa salah jemaah bersama lagi. Dan silahkan untuk berakvitas normal kembali,” pesan pria yang disapa Yu itu.

Hal senada juga dikatakan M Fairuz Batubara saat berada di lokasi. Ia menjelaskan bahwa wilayahnya sudah masuk zona merah. Dan ada klaster baru dengan terkonfirmasi pasien positif. Di mana warga tersebut melaksanakan salat tarawih di salah satu masjid di Bengkong.

“Jadi Kami mohon kerja samanya. Bengkong sudah zona merah. Jangan sampai bertambah lagi yang positif di lingkungan kita ini,” imbau kata mantan Camat Batam Kota itu.(hbb)