Karimun

33 Ribu Paket Sembako dari APBD Karimun Dibagikan ke Masyarakat

Bupati Karimun H. Aunur Rafiq menyerahkan sembako. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, beserta Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim menyerahkan langsung pendistribusian paket sembako kepada Camat Se-Kabupaten Karimun, Sabtu (2/5). Penyerahan paket sembako untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini digelar di Gedung Nasional.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekda Karimun, Muhd Firmansyah, Ketua DPRD Karimun, M YUsuf Sirat, FKPD Karimun, dan sejumlah OPD Karimun.

Dalam penyampaiannya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun mengungkapkan pendistribusian paket sembako yang diserahkan bagi 12 kecamatan di Karimun. Dengan jumlah 33 ribu paket, yang jumlah setiap paket bernilai Rp 200 ribu/paket berisi beras, gula, minyak goreng dan mie instan.

Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan, sembako yang diberikan ini murni dari anggaran APBD Kabupaten Karimun dengan nilai anggara Rp 6,6 miliar ditambah dana untuk operasional.

“Nilainya Rp 6,6 miliar termasuk biaya operasional pengangkutan. Paket bantuan ini seperti beras, gula, minyak dan mie instan. Semoga ini bisa membantu warga kita,” ujar Rafiq saat penyerahan bantuan tersebut di Gedung Nasional Karimun, Sabtu (2/5).

Adapun rincian penerima bantuan di antaranya Kecamatan Karimun 5.786 paket, Tebing 3.570, Kecamatan Meral 4.000, Meral Barat 2.496, Ungar 1.550, Belat 1.317, Buru 1703, Durai 1.618, Kundur 2.970, Kundur Barat 2050, Kundur Utara 2.388 dan Moro 3.552.

Rafiq juga mengatakan, bantuan ini nantinya akan didrop di masing-masing Kecamatan untuk dapat disalurkan hingga ke Kelurahan dan Desa yang ada.

“Ini bertahap, tapi sudah mulai hari ini. Untuk Pulau Karimun ini sudah diantar kelurahan, kecuali pulau di luar Karimun,” sambungnya.

Meski demikian, lanjutnya bantuan tersebut belum sepenuhnya mengakomodir 78.000 lebih KK warga di Kabupaten Karimun. Namun, pemerintah akan menyalurkan bantuan lain yang bersumber dari Pemerintah pusat dan Provinsi.

“Ini belum semua hanya 33 ribu, masih ada bantuan dari PKH sebanyak 7.184, kemudian bantuan PKM dan BLT 4 ribu lebih, lalu ada BLT lagi lebih dari 7.000. Jika di total ada 52 ribu, sementara total ada 78 ribu KK lebih,” tutupnya.(ria)