Batam Kita

Petugas Bubarkan Kerumunan Warga di Sepanjang Jalan Batuaji

Petugas saat membubarkan kerumuman warga di angkringan pinggir jalan raya RS, Batuaji, Sabtu (25/4) malam. (Posmetro.co/jho) 

BATAM, POSMETRO.CO: Sebagian warga Batuaji seakan tidak takut akan penyebaran virus corona (Covid-19). Buktinya, Sabtu (25/4) malam, mereka masih berkeliaran dan memilih berkumpul di tempat angkringan pinggir jalan raya RS, Batuaji.

Mirisnya lagi, banyak di antara mereka yang tak memakai masker. Namun kerumunan warga itu langsung dibubarkan petugas gabungan TNI-Polri, serta dibantu satuan polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

“Bapak ibu dan semua yang ada di angkringan agar secepatnya meninggalkan tempat. Ini demi kebaikan kita bersama untuk memutus mata rantai covid-19,” imbau petugas yang disampaikan dari mobil patroli menggunakan toa.

Puluhan petugas dari TNI-Polri langsung turun mendatangi warga yang berkerumun di angkringan. Warga pun langsung cepat-cepat meninggalkan makanan dan minuman yang sudah dipesan pun belum sempat habis.

Sekejap saja, ratusan penikmat jajanan pinggir jalan itu bubar. Parkiran motor yang tadinya penuh, langsung lengang. Semua tempat angkringan yang berjejer di sepanjang jalan RS Batuaji pun sepi.

“Baiknya di rumah aja, jangan berkeliaran seperti ini, kami berharap agar warga mematuhi aturan yang ada,” sebut petugas.

Tindakan yang dilakukan petugas mendapat apresiasi warga. Sebab membubarkan kerumunan warga jalan satu satunya untuk memutus mata rantai covid-19.

“Sebenarnya sudah ada imbauan agar tidak ngumpul lagi, tapi masih ada warga yang memilih ngumpul dan seakan tidak ada masalah,” ucap Nora, warga yang dijumpai di lokasi.

Namun di satu sisi, lanjut Nora, perekonomian para pedagang mikro juga harus diperhatikan. Setidaknya, pelaku usaha pinggir jalan harus diberi bantuan untuk meringankan bebannya.

“Kita hanya bisa berharap agar pendemi covid-19 ini secepatnya berlalu,” tutupnya.

Pantauan POSMETRO.CO di lapangan, Sabtu malam itu, ada puluhan pelaku usaha mikro yang masih berjualan di sepanjang jalan RS Batuaji. Kebanyakan dari mereka berjualan nasi goreng, bakso, sate, ayam penyet, bakmi, bandrek, martabak dan berbagai jenis makanan lainnya.

Selain pedagang pinggir jalan, pengunjung cafe yang berada di ruko sepanjang RS pun ikut dibubarkan. Untuk melakukan patroli ini, petugas melibatkan sekitar 7 truk milik TNI-Polri dan dibantu mobil patroli Satlantas.

Setelah petugas membubarkan kerumunan warga, kebanyakan pedagang memilih menutup usahanya.

“Mau bilang apa lagi pak, kalau pembeli sudah bubar, ngapain kita jualan lagi,” celetuk seorang pedagang sembari mengemasi dagangannya.(jho)