Batam Kita

Lagi, 1 Warga Tiban Positif Covid-19, Total di Batam 30 Pasien

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Setelah sepekan jumlah kasus pasien Covid-19 belum ada pertambahan. Minggu (26/4), Wali Kota Batam sekaligus Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, HM Rudi melalui rilisnya menyampaikan bahwa, ada warga Batam terkonfirmasi positif.

Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Kota
Batam pada beberapa rumah sakit di Kota Batam. Hal ini berdasarkan hasil penyelusuran dari kontak dekat dengan klaster kantor ASN di Dinas Pemberdayaan Perempuan sebelumnya.

Riwayat perjalanan penyakit dari pasien terkonfirmasi adalah warga Batam, laki-laki berusia 37 tahun. Anggota Polri dan beralamat di perumahan yang ada di Tiban, Kecamatan Sekupang.

“Pasien ini merupakan kasus 30. Yang bersangkutan bertugas di salah satu Polsek di Kota Batam. Pasien ini tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah, baik keperluan dinas maupun keluarga,” terangnya.

Namun demikian perlu disampaikan bahwa yang bersangkutan merupakan rekan satu tim dalam bertugas dari suami terkonfirmasi positif kasus ASN nomor 15 Kota Batam.

Di tanggal 15 April lalu, yang bersangkutan telah dilakukan RDT, dengan hasil non reaktif. Dan foto rontgen yang dinyatakan normal dan tetap dilakukan karantina di RS Bhayangkara Batam sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Lalu tanggal 16 April ada tindakan pengambilan swab yang hasilnya baru diterima pada hari ini (Minggu) dengan kesimpulan terkonfirmasi positif. Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik dan stabil tanpa ada gejala gangguan kesehatan yang berarti,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menambahkan, saat ini yang bersangkutan dilakukan proses persiapan isolasi ke RSBP Batam. Seharusnya pasien dirujuk ke RS Khusus Galang namun, namun untuk sementara tidak terima pasien umum.

RS tersebut hanya diperuntukkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), ABK kapal, dan jemaah tabligh yang pulang dari Malaysia. Mengenai hal itu Didi tidak mau berkomentar banyak, karena RS Khusus Galang ini bukan wewenang daerah melainkan pusat.

“Iya awalnya kita mau rujuk ke RS Galang tapi karena ada arahan dari pusat. Kasus 30 ini diisolasi ke RSBP dan saat ini sudah sampai,” ujar Didi Kusmarjadi.

Saat ini, tim sedang terus melakukan proses contact tracing terhadap semua orang yang berkontak dengan kasus tersebut. Didi juga menjelaskan bahwa, suami dari ASN (15) yakni anggota ASN Polri rekan kasus 30 ini masih melakukan karantina mandiri di rumah.

“Hasil swabnya belum keluar karena logistiknya habis. Kemarin pengambilan swabnya di RS Bhayangkara jadi suami dari kasus 15 ini isolasi di rumah sembari menunggu hasil swabnya,” beber Didi.(hbb)