Batam Kita

Rudi Ingin Covid-19 ‘Lenyap’ September

Wali Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Kondisi ekonomi Batam kian lesu semenjak adanya wabah Covid-19. Yang paling berdampak yakni sektor industri dan pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat pertumbuhan ekonomi Batam di bulan Januari tumbuh 5,29 persen.

“Setelah itu, bulan selanjutnya jatuh lagi,” kata Wali Kota Batam HM Rudi, Jumat (24/4).

Melihat hal tersebut Rudi berharap semua pihak bergandeng tangan, bahu membahu bersama-sama pemerintah untuk menangani penyebaran virus mematikan ini. Sehingga pertumbuhan ekonomi Batam kembali normal kembali semua sektor bergerak lagi.

“Tahun 2021 ke depan saya akan melanjutkan baik di BP Batam dan Pemko Batam. Semoga September ini virus ini selesai dan kembali normal. Hari ini yang semua ke Batam ditunda. Kita ingin bagaimana Covid ini selesai,” beber Rudi lagi.

Katanya, pihaknya sudah melakukan karantina wilayah tentang Covid-19. Setiap kawasan juga memasang spanduk yang bertuliskan kawasan wajib pakai masker dan imbauan lainnya. Selain itu, tim gugus juga telah menyisir warga yang memiliki gejala atau kontak dengan pasien Covid-19.

“Kami sudah menyisir, tadi malam dibantu rapid test 15 ribu dan kami tinggal menunggu 10 ribu reagen dari Gubernur (Isdianto). Mudah-mudahan minggu depan sudah hadir,” harap Rudi.

Ia menegaskan tindakan karantina wilayah yang dilakukan menurutnya bisa lebih efektif dari pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Karena seluruh petugas baik dari Pemko, BP Batam, dan instansi pemerintahan turut bergabung untuk menyelesaikan masalah ini.

“Karantina wilayah adalah mengambil semua saudara kita yang ada gejala Covid. Kalau ada yang sakit diambil dan diobati, maka akan selesai penyebaran Covid ini sendiri,” harap pria kelahiran Tanjungpinang itu.

Rudi juga menyinggung proses pembangunan Pemko Batam di 2021 mendatang. Melihat kondisi ini tentu ada yang lebih diutamakan. Meskipun, dana Pemko Batam diakuinya terbatas.

“Uang kita terbatas, ada skala prioritas. Bicara pendidikan maaf, termasuk membangun sekolah, setelah bangun sekolah bayar guru. Menambah biaya lagi. Karena uang terbatas, RPJMD mengaju pada RPJMN. Karena Covid ini melanda persentasenya besar di Pemko,” jelas Rudi.

Sementara di BP Batam sendiri, bebernya, masih stabil masih ada Rp 5,1 triliun. Di tahun 2021 mendatang, anggaran tersebut akan diarahkan untuk kepentingan industri. Untuk meningkatkan investasi yang menjadi tujuan BP Batam.

“Semua sarana dan prasarana menuju industri harus kita siapkan. Untuk berinvestasi, sudah ada 27 surat masuk. Industri jalan, sarana jalan tidak disiapkan pemerintah. Ini mau kita selesaikan,” ulasnya.(hbb)