Batam Kita

RSBP Batam Butuh APD 101 Sehari, Thomas: Oknum RS Jangan Sampai Ambil Untung

Paramedis bersama pasien corona yang sembuh di RSBP Batam. (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Direktur RSBP Batam dr Sigit Riyarto, mengatakan, pihaknya sudah memperluas fasilitas rumah sakit yang tadinya biasa sekarang jadi layak. Yaitu Ruang Penyakit Infeksi Emerging RSBP Batam. Untuk tenaga medis, pihaknya juga dibantu 9 orang tenaga medis dari luar yang ikut merawat pasien covid-19 ini.

“Ini adalah tim work yang luar biasa,” kata Sigit kepada POSMETRO.CO, belum lama ini. Begitu juga kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis saat ini masih aman.

“Ada yang kita beli sendiri, bantuan dari pihak swasta atau pengusaha,” tambahnya. Sebelumnya, RSBP Batam mengklaim, sehari butuh 101 APD.

RSBP Batam merinci daftar kebutuhan per hari untuk merawat pasien covid-19. Di antaranya: Masker bedah sebanyak 310, Masker N 95 sebanyak 171, Hazmat (baju pelindung) sebanyak 101, Sarung Tangan Obgyn sebanyak 101, Penutup kepala sebanyak 209, Alas kaki sebanyak 164 dan Set baju jaga sebanyak 310.

Total tim medis covid 19 di RSBP Batam: satu dokter, spesialis paru, perawat 25 orang, cleaning service 8 orang, sekuriti 24 jam, radiografer dan laboratorium dan penunjang lainnya. Tapi yang berinteraksi langsung dengan pasien yaitu dokter dan para medis.

Update terbaru data pasien yang dirawat di ruang isolasi RSBP Batam saat ini berjumlah 13 orang. Sebelumnya seorang bayi juga dirawat dan sudah dibolehkan pulang.

Terkait RSBP Batam mengklaim, sehari butuh 101 APD, menjadi tanda tanya oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Thomas Arihta Sembiring. “Berapa tingkat frekuensi PDP di sana,” tanya Thomas.

Politikus Fraksi PDI-Perjuangan itu mencotohkan, 11 orang yang positif, sementara tim medis yang masuk ke ruang isolasi palingan 15 orang.

“Terus sisanya kemana? Dijual lagi lewat pintu belakang?” tanya dia. Thomas meminta pihak rumah sakit transparan akan kebutuhan APD agar tidak ada kecurigaan di publik. Ia mengingatkan jangan sampai ada oknum rumah sakit yang ikut “mengambil untung” dalam situasi kemanusiaan ini.(cnk)