Batam Kita

Kemenag RI: Momen Nuzulul Quran akan Dilakukan di Rumah

Salat Idul Fitri di Perumahan Taman Sari Hijau, Sekupang. Ibadah ini diperkirakan belum bisa dilakukan di tanah lapang atau masjid tahun ini. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Selama menjalankan bulan Ramadan masyarakat diminta untuk beribadah di rumah masing-masing. Ibadah puasa ini jatuh pada tanggal 23 April mendatang.

Kementerian Agama RI, mengimbau semua kegiatan yang menarik banyak orang seperti berbuka puasa, tarawih berjamaah hingga momen Nuzulul Quran akan dilakukan di rumah. Hal ini bertujuan untuk mencengah penyebaran lebih luas wabah Covid-19 di Indonesia.

“Dari hasil rapat kemarin diputuskan bahwa pelaksanaan semua kegiatan di bulan suci Ramadan dilakukan di rumah. Karena Pandemi Covid-19,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Batam, Zulkarnain, Rabu (15/4).

Keputusan ini diambil dari sebagai kepenyingan bersama pemangku kebijakan dalam melawan virus Corona di Batam. Apalagi saat ini Batam sudah sudah masuk zona merah. Sehingga tindakan pencengahan bersama perlu dilakukan untuk menekan jumpah Covid-19.

“Perlu langkah-langkah antisipasi. Tidak mengumpulkan banyak orang seperti berbuka puasa, tarawih dan kegiatan lainnya. Karena mengundang keramaian. Jadi tahun ini Ramadannya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Kebijakan ini diambil sebagai pertimbangan untuk keselamatan umat. Bukam kepentingan pribadi tapi menyangkut orang banyak. Ia juga menyebutkan sejumlah masjid ada yang mengusul tetap menggelar ibadah. Namun, perlu menjadi perhatian bahwa ada imbauan yang sudah di keluarkan dari pusat.

“Kita harus mengikuti protokol kesehatan untuk sementara kegiatan yang mengumpulkan orang banyak ditiadakan dulu. Karena wabah Covid-19. Imbauan lainnya apa menggunakan masker saat salat jika di masjid, jaga jarak minimal satu meter serta membawa sejadah,” papar Zulkarnain.

Sementara itu untuk pemantauan hilal pertanda masukkan bulan suci Ramadan tetap dilaksanakam. Namun bedanya, jelas Zulkarnain untuk sekarang hanya perwakilan saja yang turun ke lokasi untuk memantau. lokasi tersebut berada di bukit Tanjungpinggir Sekupang.

“Tidak perlu banyak-banyak. Paling tidak ada lima petugas saja yang memantau. Lokasinya masi sama di bukit Tanjungpinggir,” jelasnya lagi.

Selain itu untuk kegiatan sekolah diputuskan yakni pesantren secara online. Di mana tiap sekolah sudah menyiapkan bahan materi untuk diberikan kepada siswa nanti. Hal ini sesuai surat edaran Wali Kota juga tentang belajar di rumah.

“Jadi untuk kegiatan pesantren online juga dengan bimbingan guru-guru sekolah. Jadi mereka ada kegiatanjuga saat Ramadan tanpa belajar bertatap muka,” ucapnya.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kota Batam sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Azril menyatakan bahwa sebagai pertimbangan dari Wali Kota Batam HM Rudi memutuskan Ramadan kali ini masyarakat diminta beribadah di rumah. Dan tidak melakukan ibadah berjamaah.

“Surat edarannya akan segera diterbitkan. Karena rapat semalam beberapa tokoh agama menyampaikan pandapat dan masukkannya. Jadi Wali Kota (Rudi) bersama unsur muspida lain mengambil keputusan tersebut,” pungkas Azril.(hbb)