Batam Kita

Kini, Pemeriksaan Sampel Swab Dilakukan di Batam

Wali Kota Batam Ex-Officio Kepala BP Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Pemeriksaan tes sampel swab Covid-19 sudah bisa dilakukan di Badan Teknis Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kota Batam. Pendeteksian ini menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan dari pemerintah Singapura yang memenuhi persyaratan minimal biosafety level 2.

“Baru 200 sampel yang sakit dulu kita ambil. Dan tidak lagi dikirim ke Jakarta. Karena kita sudah bisa ke BTKLPP yang ada di Batam,” kata HM Rudi, Wali Kota Batam Ex-Officio Kepala BP Batam di Dataran Engku Putri Batamcentre, Senin (13/4).

Selama ini kata Rudi, hasil swab pasien yang diambil akan dikirim ke Jakarta untuk mengetahui hasilnya. Namun kini dengan alat PCR ini lebih mempermudah pekerjaan tim BTKL PP.

Minggu (12/4) tim BTKL PP Batam sudah memulai pemeriksaan sampel swab pasien di Batam dan Kepri. Hal ini di katakan Kepala BTKL PP Kota Batam Slamet Siswanto.

Dari pengujian di laboratorium kinerja alat canggih ini minimal sudah memenuhi syarat yakni biosafety level 2. Sehingga sampel swab yang diambil tidak dikirim ke Jakarta. Di mana memerlukan waktu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya.

“Kemarin, sempat tertunda karena ada beberapa bahan/reagen yang belum ada. Dan alhamdulillah, kemarin sudah sampai dari Kementerian Kesehatan meskipun belum banyak. Hanya untuk pemeriksaan 200 sample. Pemeriksaan pertama baru 24 sample,” kata Slamet.

Meski demikian BTKL PP masih mengharapkan bantuan dari semua pihak untuk bersama-sama membantu menangani penyebaran Covid-19 ini. Ia juga meminta Pemprov Kepri memberikan bantuan berupa reagen dan lainnya yang dibutuhkan untuk kesinambungan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami (BTKL PP) tetap mengharapkan bantuan dari semua pihak. Tentunya Pemko Batam dan Pemprov Kepri agar memberikan bantuan reagen dan lain-lain yang dibutuhkan untuk kesinambungan, konsistensi pemeriksaan selanjutnya. Agar pemeriksaan berjalan lancar,” harap Slamet lagi.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menambahkan pemeriksaan yang diutamakan untuk orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif yang sudah didata tim di lapangan.

“Sampel yang sudah masuk terutama PDP dan OTG yang closed contact dengan terkonfirmasi yang akan diperiksa terlebih dulu,” pungkas Didi.(hbb)