Kriminal

Kasus Mikol dan Rokok Ilegal Gerebekan BC, Ombudsman: Semoga Tak Masuk Angin

Gudang PT Gozali Yucholin Sakti di Komplek Ruko Villa Mas Blo A15 Nomor 3, Seipanas, Batamkota, yang digerebek pihak Bea Cukai Batam. (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Tepatnya, Kamis 20 Februari 2020 lalu, Komplek Ruko Villa Mas Blo A15 Nomor 3, Seipanas, Batamkota, yang dikelola PT Gozali Yucholin Sakti digerebek pihak Bea Cukai Batam. Dari dalam gudang itu diamankan minuman beralkohol (Mikol) dan rokok ilegal.

Kasusnya diselidiki Bea Cukai Batam. Pemilik gudang dimintai keterangan.

“Saat ini masih proses penyelidikan. Unit penindakan belum bisa merilis data-datanya. Nanti kami akan rilis setelah data-datanya sudah siap,” kata Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna sehari setelah penggerebekan, Jumat (21/2) lalu.

Pantauan POSMETRO.CO, Minggu (12/4) siang, segel Bea dan Cukai Batam di gudang mikol itu nampak hampir pudar. Salah satu segel yang tertempel di dinding gudang pun terlihat hampir terlepas.

Sementara itu, Sumarna saat ditanya tentang perkembangan kasus tersebut mengatakan, penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus mikol dan rokok tanpa cukai itu sudah tuntas.

“Sudah diserahkan ke kejaksaan. Tidak mesti semua penidakan harus dirilis. Awalnya memang rencananya dirilis. Tapi akhirnya dipertimbangkan untuk langsung diserahkan ke kejaksaan,” jawab Sumarna saat dihubungi wartawan.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari meminta penegak hukum transparan dalam menangani kasus. Terkait kasus mikol dan rokok ilegal ini, pihaknya sudah konfirmasi Bea Cukai Batam. Lanjut Lagat, saat ini kasusnya masih P 19, artinya Bea Cukai harus melengkapi kelengkapan yang diminta Kejaksaan Negeri Batam.

“Semoga kasus-kasus seperti ini tidak masuk angin, pihak Bea Cukai dan Kejari harus serius menanganinya,” pinta Lagat menjawab konfirmasi POSMETRO.CO.

Lagat memastikan, masyarakat pasti memantau kinerja aparat penegak hukum.

“Mereka harus buktikan kasus ini ditangani dengan baik, kalau tidak, masyarakat makin tidak percaya integritas para penegak hukum,” tutupnya.(cnk)