Batam

Pedagang Seken Beroperasi Lagi, Pembeli dan Penjual Tak Pakai Masker

Pedagang seken di pasar kaget Trans Barelang, Sagulung kembali berjualan. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Pedagang seken di pasar kaget Trans Barelang, Sagulung kembali berjualan. Padahal aktifitas tersebut sudah dilarang pemerintah. Tujuannya untuk mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19).

“Iya, terutama bagi pedagang seken, belum diperkenankan berjualan karena masih pandemik virus corona,” ucap Jamil, Kasie Tantrib Kecamatan Sagulung.

Menurut Jamil, sebenarnya Kecamatan Sagulung belum memberikan ijin kepada pedagang pasar kaget untuk beroperasi. Namun kebanyakan dari pedagang memaksakan diri untuk berjualan.

“Dan setelah kami data, ternyata warga yang berjualan di pasar kaget itu kebanyakan dari warga luar seperti Batuaji, Bengkong, Sei Beduk dan dari wilayah lainnya,” tegas Jamil kepada POSMETRO.CO, Minggu (12/4) siang.

Meski demikian, lanjut Jamil, pihak kecamatan akan melakukan antisipasi semaksimal mungkin. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan petugas gugus kota untuk melakukan tindakan selanjutnya.

“Dua minggu sebelumnya, pedagang di pasar kaget sudah stop total. Tapi sebagian pedagang mencoba melanggar aturan, akhirnya pedagang lainnya ikut melanggar,” tutupnya.

Seperti diketahui, pasar kaget ini akan beroperasi 3 kali dalam seminggu, yakni Senin, Rabu dan Sabtu. Pada awal buka, pedagang pasar seken belum ada yang jualan, tapi saat ini pedagang seken sudah mulai marak.

“Menurut saya, cukup pedagang sembako saja yang buka, sedangkan pedagang seken harap bersabar dulu, itu untuk kebaikan kita semua,” ucap Erna, pengunjung pasar kaget.

Erna melanjutkan, sembako merupakan kebutuhan utama saat berada di rumah. Sedangkan barang seken belum penting di saat pandemik virus corona saat ini.

“Lagian warga sudah berpikir dua kali untuk membeli baju seken, cukup hanya kebutuhan pokok saja yang diutamakan,” tutupnya.

Pantauan lain di pasar kaget, masih banyak ditemukan pembeli dan pedagang yang tak memakai masker. Dengan keadaan mulut dan hidung terbuka, maka sangat berpontensi terhadap penularan virus corona, apalagi pasar itu selalu ramai dikunjungi warga.(jho)