Lingga

Wabup Hibahkan 12 Ton Padi Miliknya untuk Masyarakat Lingga

Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar melihat padi miliknya yang akan dipanen. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengaku sudah meniatkan hasil dari panen padi di sawahnya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan terkait virus corona (Covid-19) yang saat ini menjadi pandemi.

“Akan saya sumbangkan untuk orang yang membutuhkan di tengah kesulitan ekonomi. 1 hektare 6 ton, 2 hektare berarti 12 ton saya sumbangkan dengan ikhlas dan tulus karena Allah SWT,” ucap Nizar kepada masyarkat yang hadir.

Dikatakan Muhammad Nizar, setelah dipanen nantinya padi akan dijemur, selanjutnya akan digiling dan dimasukkan dalam kemasan atas nama Desa Panggak Darat.

“Pengajaran ini saya dapatkan dari pak Bupati. Atas kerja keras dan keringat saya inilah saya beri pada masyarakat saya makan. Tapi ketika yang saya sudah habis (beras) diberi ke masyarakat yang membutuhkan, setelah itu belilah beras milik petani Panggak Darat,” pesannya pada masyarakat.

Kepala Desa Panggak Darat, Zulmafariza kembali menambahkan terkait panen padi, panen pertama memuaskan dengan menghasilkan 1,7 ton, panen kedua 3,2 ton, panen ke 3 pada HUT Kabupaten Lingga sebanyak 7 ton, keseluruhannya didrop ke bazar.

“Untuk pemasaran, alhamdulillah kami sudah buat packaging (pengemasan) desa bersama Disperindag. Kami juga sudah uji nutrisi hingga ke sertifikat halal dan Insya Allah hak paten akan kami dapatkan tahun ini,” ujar Zulmafariza.

Katanya lagi, panen tahun ini sudah dihitung oleh tim ahli, dengan panen 4,2 ton akan dapat 77,6 ton tapi akan berubah karena sawah pak Wabup 6,2 ton/hektare, target akan mencapai 80 ton yang akan dipackaging melalui BUMDes.

“Terkait inisiatif pak Wabup adanya Covid-19, desa-desa yang mendapat hibah beras dari beliau, setelah dikemas silakan ambil ke kami. Kalau stok untuk penjualan hasil panen petani, kami akan fokus pasarkan di Kecamatan Lingga dulu. Kalau lebih baru dipasarkan ke kecamatan lain atau luar,” paparnya.

Dalam kesempatan itu juga, Fariza mengklarfikasi adanya toko di Daik Lingga mengaku menjual beras dengan membawa nama Desa Panggak Darat.

“Jadi pemilik toko mengaku menjual beras Desa Panggak Darat, perlu diketahui kalau itu bohong. Desa Panggak Darat tidak pernah menjual beras tanpa logo, dengan harga jual Rp 10 ribu/kilo, saya tegaskan sekali lagi itu tidak benar,” pungkasnya.(mrs)