Batam Kita

Terdampak Covid-19, Ribuan Pekerja di Batam Dirumahkan dan di-PHK

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Tercatat 15. 311 pekerja atau buruh dari 249 perusahaan terdampak dari Covid-19 di Batam. Jumlah tersebut berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam pertanggal 7 April.

Dengan rincian pengurangan jam kerja yang terdampak sebanyak 8.902 orang, lalu merumahkan karyawan ada 2.376 orang. Kemudian cuti tidak dibayar sekitar 3.493 orang, berikutnya pemutusan hubungan kerja sedikitnya 540 orang. Bahkan ada 5 perusahaan yang tutup sementara, dan 9 perusahaan yang mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja.

“Melihat kondisi ini memang sektor usaha yang terpukul. Imbasnya para pekerja banyak di rumahkan untuk sementara,” kata Rudi Sakyakirti, Kepala Disnaker Kota Batam, Selasa (7/3).

Ia mengakui bahwa sektor pariwisata paling terpukul. Karena sepinya tamu beberapa bulan belakangan ini. Perihal ini, disebabkan beberapa negara telah melarang warganya untuk bepergian ke luar negeri termasuk Indonesia. Jika biasanya kunjungan di Batam dipenuhi wisman Singapura-Malaysia di saat libur. Kini, kondisi sangat memprihatinkan.

“Hotel dan restoran paling banyak terkena dampak. Karena hampir 13 ribu karyawan yang bekerja di sektor pariwisata sudah dirumahkan,” kata lulusan Universitas Andalas (Unand) Padang itu.

Meskipun demikian, Rudi berharap roda perekonomian di Batam pulih kembai, salah satunya melalui perusahaan manufaktur. Salin itu, pelaku usaha industri terus berupaya agar perusahaan tetap beroperasional sehingga pekerja setidaknya bisa bekerja.

“Kami berharap segera pulih. Apalagi jelang masuknya bulan suci Ramadhan. Semua pelaku usaha pasti ingin terus berusaha seperti sebelumnya. Jadi perlu kerjasama yang baik,” harap mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini.

Hal pemutusan hubungan kerja juga dialami Reni (22). Karyawan bekerja di kawasan industri Mukakuning ini mengaku sudah tiga hari tidak bekerja. Karena sudah habis masa kontrak. Padahal katanya perusahaan sudah berencana akan memperpajang kontraknya. Namun melihat kondisi wabah Covid-19 ini perusahaan mengambil tindakan yang berbeda.

“Sudah habis kontrak tiga hari lalu, sekarang di kost dulu. Mau balik ke Padang tak bisa, pesawatnya tak terbang. Makanya, saya berusaha naik kapal saja. Mudaha-mudahan jalan (berlayar), mau gimana lagi,” katanya.(hbb)