Batam Kita

Pencari Kerang Hilang di Dam Tembesi

Petugas saat menyisir Dam Tembesi Pondok Tani, Kecamatan Sagulung, Senin (6/4) siang. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Seorang pria bernama Miswan (47) dikabarkan hilang di Dam Tembesi Pondok Tani, Kecamatan Sagulung. Hingga Senin (6/4) siang, Polsek Sagulung, Basarnas, Brimob dan Polairud masih melakukan pencarian terhadap korban.

Informasi yang dihimpun POSMETRO.CO, Minggu (5/4) pagi, Miswan pamitan kepada istrinya untuk mencari kijing (kerang) ke Dam Tembesi. Tiba di lokasi, Wisman memarkirkan motornya di pinggiran Dam, lalu masuk ke dalam Dam.

Namun hingga Minggu (5/4) malam, Miswan tak kunjung pulang ke rumahnya yang ada di Kavling Nato, Sagulung. Karena itu istrinya semakin khawatir, dan akhirnya melaporkan hal ini kepada perangkat RT/RW.

“Nah, informasi itu pun dilaporkan lagi kepada Polsek Sagulung, lalu kami lakukan cek TKP,” ucap Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto.

Di pinggiran Dam, petugas hanya menemukan motor Honda Beat BP 3978 JM milik Miswan. Di dalam jok motor terdapat satu kantong kerang, lalu baju yang sudah basah.

“Mungkin setelah mendapatkan kerang, ia mengantarnya ke dalam jok motor, lalu Miswan kembali lagi untuk mencari kerang ke dalam Dam,” duga Riyanto saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (6/4) siang.

Menurut Riyanto, Dam Tembesi tidak terlalu dalam. Bahkan orang dewasa bisa berjalan sampai ke tengah Dam yang ketinggiannya hanya selutut. Meski demikian, di dalam Dam tersebut banyak bekas kolam dan sumur.

“Jadi kuat dugaan Miswan tenggelam, sebab di dalam dam ada bekas kolam dan bekas sumur dan tentunya di dalamnya berlumpur,” tegasnya.

Namun sampai saat ini, petugas masih melakukan pencarian korban. Beberapa unit perahu karet milik Tim Sar masih berkeliling di dalam dam yang cukup luas itu.

“Saat ini, kami fokus terhadap pencarian korban, soal tenggelam atau nggaknya, itu nanti kita selidiki lagi,” tutupnya.

Sumarto, warga di sekitar kejadian menduga korban terjebak di dalam lubang sumur atau bekas galian kolam. Menurutnya, di lokasi itu terdapat banyak kerang yang mengundang niat warga untuk mengambilnya.

“Kalau memancing sudah dilarang di sini. Tapi korban ini tidak memancing, dia hanya mencari kerang,” katanya.

Sebagian warga ada yang berpendapat bahwa korban meninggal karena tersambar petir. Sebab Minggu (5/4), petir selalu bunyi di sekitar Dam. Sebagian lagi ada yang memperkirakan korban dipatok ular hingga terjatuh di antara eceng gondok.

“Tidak ada yang tahu jika korban tenggelam atau disambar petir maupun dipatok ular. Tapi melihat kondisi dam ini, salah satu pendapat warga itu mungkin ada yang benar,” celetuk seorang warga.(jho)