Batam Kita

Lagi, 1 Warga Batam Positif Covid-19, yang ‘Terkontaminasi’ Dicari Petugas

Wali Kota Batam HM Rudi. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Satu lagi warga Batam terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil tersebut keluar, Minggu (5/4) dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian kesehatan RI, terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sample swab PCR dilakukan oleh Tim Analis kesehatan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

Wali Kota Batam HM Rudi melalui rilisnya mengatakan, kasus 05 adalah seorang laki-laki berumur 49 tahun warga Batam. Dari hasil wawancara, bahwa yang bersangkutan bersama istrinya berangkat ke Jakarta dari Bandara Hang Nadim Batam menggunakan pesawat udara.

“Sesampai di Jakarta menggunakan bus Damri menuju Grand Wisata Tambun selatan setelah sampai menyempatkan makan di Pizza Hut Grand Wisata. Lalu dilanjutkan setelah itu pulang ke rumahnya di Cluster Water Spring di kawasan tersebut menggunakan angkutan online,” terang Rudi.

Selama di Jakarta, yang bersangkutan mendatangi tempat usahanya di Kawasan Industri M.2100 Tambun Cibitung. Di mana perusahaan tersebut saat ini telah berhenti sementara berproduksi. Sehubungan kosongnya ketersedian bahan baku.

Kemudian, kata Rudi, Rabu (18/3) yang bersangkutan kembali sendirian ke Batam melalui Bandara Soekarno-Hatta pukul 12.00 WIB. Setibanya di Batam pasien 05 menggunakan taksi menuju rumahnya.

Setelah itu yang bersangkutan keluar rumah menggunakan kendaraan pribadi menuju salah satu hotel di kawasan Batam Centre untuk menginap. Mengingat rumahnya saat ini sedang dalam proses renovasi.

“Hari yang sama (Rabu) yang bersangkutan merasakan badannya terasa demam dan meriang. Yang bersangkutan meminum obat dan langsung tidur di hotel,” jelasnya.

Lalu, Kamis (19/3) yang bersangkutan menjemput istrinya di Bandara Hang Nadim Batam. Mengingat kondisi badannya masih terasa meriang, lalu dari bandara ia berobat ke RS swasta yang terletak di kawasan Batam Centre.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata suhu tubuhnya diangka 37,6 Celcius. Dokter yang melakukan pemeriksaan disarankan untuk berobat langsung ke poli umum. Melihat antrian yang lama akhirnya yang bersangkutan mendatangi RSUD Embung Fatimah.

“Setelah diperiksa oleh dokter diberikan resep obat Imunos dan Sanmol yang ditebus di Apotek Kimia Farma Batamcentre. Yang bersangkutan ini selanjutnya kembali ke hotel untuk beristirahat,” kata Rudi.

Selama menginap di hotel tersebut yang bersangkutan jarang berinteraksi dengan orang lain kecuali dengan istri. Sabtu (21/3) yang bersangkutan check out dari hotel untuk tinggal di salah satu rumahnya yang lain.

“Dari penuturan yang bersangkutan selama melakukan perjalanan dari Batam ke Jakarta dan kembali lagi ke Batam maupun aktifitas di Batam, ia selalu menggunakan masker,” ulas Rudi lagi.

Dikarenakan kondisi belum membaik akhirnya Selasa (24/3) kembali kontrol ke salah satu klinik tempat ia biasa berobat. Kemudian, yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit swasta. Di mana yang bersangkutan pernah berobat dan ditempatkan di ruang isolasi IGD.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan diagnostik rontgen dan laboratorium tidak ditemukan adanya tanda-tanda kelainan sehingga diperbolehkan pulang dengan diberi obat oleh dokter pemeriksa.

“Namun, Jumat (27/3) pukul 14.45 WIB yang bersangkutan kembali mengalami demam. Dan berkelanjutan disertai pernapasan yang tersengal dan mudah capek,” bebernya.

Lebih lanjut, jelas Rudi, melihat kondisi tersebut sang istri membawa kasus 05 ke IGD Rumah Sakit Banda Pengusahaan (RSBP) Batam. Kemudian yang bersangkutan ditetapkan oleh dokter pemeriksa sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

PDP ini lalu dirawat di ruang isolasi Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Sabtu (28/3) kemudian dilakukan pemeriksaan Rapid Diagnostict Test (RDT) dengan hasil “Non Reaktif” disertai pengambilan sample swab PCR oleh Tim Analis BTKL PP Batam yang hasilnya belum diperoleh pada saat itu, mengingat pemeriksaannya dilakukan oleh BAPELITBANGKES RI di Jakarta.

Setelah dilakukan perawatan secara intensif selama empat hari oleh tim medis RSBP Batam. Dan ditunjang dengan hasil diagnostik foto rontgen yang hasilnya semakin membaik dan stabil.

Selanjutnya, Selasa (31/3) dokter penanggung jawab pasien (DPJP) memperbolehkan yang bersangkutan pulang ke rumah dengan catatan harus tetap melakukan isolasi diri sendiri atau karantina mandiri di rumah sembari menunggu hasil pemeriksaan sample swab PCR dari Jakarta.

“Sesuai dengan hasil yang kami diterima. Seperti yang tersebut diawal press realease ini ternyata hasil swab yang bersangkutan terkonfirmasi positif,” jelas Rudi.

Sehingga, pihaknya kembali menyisir semua orang yang telah kontak dengan kasus 05 ini.

“Selama yang bersangkutan berinteraksi dan beraktifitas di tempat tinggal maupun di tempat bekerjanya,” imbuhnya.(*/hbb)