Kepri Jaya

Gratiskan SPP untuk SMA dan SMK

Plt Gubernur Kepri, H Isdianto saat melakukan video conference, Minggu (5/4). (Posmetro.co/ist)

KEPRI, POSMETRO.CO: Plt Gubernur Kepri, H Isdianto terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang meringankan beban masyarakat. Mulai April ini, hingga tiga bulan ke depan, pembayaran SPP untuk SMA, SMK dan SLB negeri akan digratiskan. Dinas Pendidikan diminta menuntaskan teknisnya dan segera dilaksanakan.

“Kebijakan ini harus langsung dieksekusi. Kebijakan-kebijakan yang dibuat harus semakin meringatkan masyarakat. Terlebih dalam kondisi saat ini,” kata Isdianto usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Wabah Covid19, di Rupatama, Dompak, Tanjungpinang, Minggu (5/4).

Sebelumnya, Isdianto fokus membantu tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien-pasien terdampak Covid19. Isdianto langsung memberikan insentif untuk dokter, perawat dan tenaga penunjang lainnya. Bahkan sudah diserahkan secara simbolis.

Dengan pembebasan pembiayaan SPP ini, Isdianto berpesan agar pelajar semakin fokus belajar di rumah. Aktivitas-aktivitas belajar baik tugas maupun googleclasroom tetap meningkatkan pengetahuan anak-anak. Pun mereka tidak perlu memikirkan harus membayar uang SPP tiap awal bulan hingga Juni nanti.

Malah dalam arahanya saat rakor tersebut, Isdianto pun fokus pada penanganan dampak ekonomi terutama agar dunia usaha daerah masing masing tetap hidup. Fokus itu antara lain pengadaan bahan pangan dan kebutuhan pokok dalam rangka menjaga ketahanan pangan daerah dan menekan dampak panic buying. Pemberian insentif berupa: Pengurangan/Pembebasan pajak daerah, Perpanjangan waktu kewajiban perpajakan dan kewajiban pembayaran dana bergulir. Serta pemberian Stimulus berupa penguatan modal usaha kepada pelaku UMKM dan mikro yang terkena langsung dampak ekonomi akibat Covid-19.

Sejak awal pun, Isdianto sudah merancang penyediaan Jaring Pengaman Sosial/Sosial Safety Net yaitu Pemberian HIbah/Bansos dalam bentuk uang dan/atau barang kepada Masyarakat yang terdampak atau memiliki resiko sosial seperti keluarga miskin, pekerja sektor informal/harian dan masyarakat lainnya yang memiliki resiko sosial akibat terdampak Covid-19.

“Kami masih menunggu data dari daerah,” kata Isdianto saat di Karimun belum lama.(adv)