Karimun

3 Hari Lalu, Herman Mengeluh Sakit

Petugas mengevakuasi jenazah Herman dari dalam kosan. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Meninggalnya Herman (40), hingga kini masih di dalam penyelidikan jajaran Sat Reskrim Polres Karimun. Diduga kuat korban tewas karena sakit yang dialami. Hal ini diketahui dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sejumlah keterangan sementara dari sejumlah saksi.

Sakitnya korban juga dikuatkan dari keterangan pengelola kos, Adiati yang ditemui di lapangan. Wanita ini menyatakan tiga hari sebelumnya, korban sempat mengeluh sakit.

“Dia (Korban) sempat ngobrol sama suami saya waktu sore, tiga hari lalu. Saat itu suami saya lagi bakar sampah, korban mengeluh sakit dan minta tolong dibelikan air kemudian suami saya belikan air ke kedai depan,” ucap Adiati, Minggu (5/4).

Sejak saat itu, lanjutnya, kemudian korban tidak terlihat dan ditemukan tewas saat ini. Korban diketahui tinggal sendiri di kamar kos tersebut, sehari-harinya korban bekerja serabutan, kadang korban jadi tukang urut, kadang bekerja ikut tukang.

“Korban juga tinggal sering pindah-pindah,” paparnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Herman ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, Minggu (5/4) sekitar pukul 11.30 WIB di kamar kos, di Gang Kecil tak jauh di belakang Cuci Mobil Dolphin RT1/RW2 Kecamatan Karimun.

Korban ditemukan sudah membusuk masih mengenakan sarung, bertelanjang dada, dalam posisi terlentang.

Adiati, pengelola Kos-kosan mengatakan, penemuan pertama kali lantaran ada penghuni kos yang mencium aroma bau busuk seperti bangkai. Saat dicari asal bau itu, saat itulah diketahui berasal dari kamar yang ditempati korban.

“Kalau kata yang kos di sebelahnya, awalnya kecium bau, dikira ada bangkai tikus atau apa, setelah dicek ternyata ada yang meninggal,” ucap Adiati.(ria)