Batam Kita

Program Siaran Ibu Pertiwi ‘Memanggil Belajar di RRI’

Foto bersama dengan manajemen RRI Batam di Kantor RRI Batam Graha Pena Lantai 3A Batamcentre, Jumat (3/4). (Posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Program siaran Ibu Pertiwi Memanggil ‘Belajar di RRI’ merupakan program siaran untuk mendukung pemerintah dalam menyelenggarakan Learning from Home atau belajar dari rumah sebagai upaya menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Melihat kondisi Covid-19 dan penerapan sosial distancing (Jarak Sosial) yang harus kita laksanakan. Jadi RRI memfasilitasi belajar di rumah dengan melalui siaran Belajar di RRI” kata Arlin Setyaningsih Spd, MM, Kepala RRI Batam di Kantor RRI Batam Graha Pena lantai 3A Batamcentre, Jumat (3/4).

Arlin mengatakan program tersebut sebagai bentuk wujud nyata misi RRI untuk menjamin terpenuhinya hak warga negara terhadap pendidikan melalui siaran yang mencerdaskan dan hiburan yang sehat. Program ini disiarkan sejak 27 Maret lalu, dengan durasi 1 jam yakni dari pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Sehingga proses belajar yang diberikan tidak membosankan namun menyenangkan. Selain itu guru juga harus menyiapkan materi yang padat, singkat dan ringkas untuk memudahkan peserta didik untuk mendengar. Waktu yang singkat kata Arlin dinilai cukup tepat, sehingga guru juga menjadi santai saat siaran.

“Jadi durasi tidak lama hanya satu jam. Karena kita ingin proses belajarnya menyenangkan. Jadi program ini dikemas dengan rileks dan menyenangkan. Nanti ada lagu dan gimmick-gimmick lainnya juga. Sehingga mereka tidak capek (Pelajar) dan gurupun menjadi santai,” jelasnya.

Siaran pendidikan ini merupakan intruksi dari Direktorat Program dan Produksi LPP RRI yang disiarkan serentak di Indonesia. Karena ada kebijakan belajar di rumah yang digaungkan pemerintah saat itu. Kemudian ada penambahan masa perpanjangan hingga batas waktu yang ditentukan kemudian. Dengan adanya intruksi tersebut RRI Batam langsung turun ke lapangan.

“Kita memilih sekolah yang memiliki kualifikasi yang bagus dan siswa yang banyak. Lalu kita ke SMPN 12 Batam. Dan alhamdulillah, direspon bagus oleh kepala sekolahnya. Dan tanggal 27 Maret lalu kita eksekusi langsung,” tutur perempuan berkacamata itu.

Arlin menyebutkan, SMPN 12 Batam menjadi pilot project yang langsung disiarkan RRI Batam melalui siaran teresterial di FM 105,1 MHz dan FM 105,5 MHz dan live streaming serta kanal Youtube RRI Batam untuk mempermudah akses informasi kepada pendengar. Bahkan, pihaknya mendapat respon yang luar bisa melalui youtube RRI Batam.

“Kami mendapat respon yang baik dari sekolah-sekolah lainnya. Bahkan ada yang minta untuk mengisi siaran ini. Jadi sekolahnya berganti-ganti seperti minggu depan diisi SMKN 2 Batam. Program ini terus berlanjut sampai ada batas waktu yang ditentukan dari pusat,” sebutnya.

Di lokasi yang sama Dra Eka Agustiawaty, Guru SMPN 12 Batam sangat mendukung siaran Ibu pertiwi memanggil belajar melalui RRI. Dia mengaku sudah dua kali melakukan siaran membawa mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Bagus, suatu ide yang bagus melibatkan sekolah. Karena anak-anak lama belajar di rumah. Apalagi waktunya juga diperpanjang sampai 14 April. Mungkin belajarnya lebih variatif dengan cara yang berbeda seperti ini,” ucap Eka.

Menurutnya, program ini sangat membantu dan mempermudah untuk anak belajar meskipun tanpa bertatap muka. Karena ada unsur hiburan dan nuansa lain dalam proses belajar. Sehingga peserta didik tidak bosan saat belajar di rumah.

“Program ini membawa nuansa yang lain. Sehingga anak-anak tidak bosan atau bete tak kesal tapi mereka tetap semangat untuk belajar itu intinya. Apalagi ini di era digital, anak-anak sekarang sudah memiliki gadget semabri mereka belajar,” beber mantan penyiaran di Bandung ini.

Hal senada juga diutarakan guru SMKN 2 Batam Wiwit Endang Wahyuni saat berkunjung ke kantor RRI. Program yang canangkan radio pemerintah ini adalah ide yang bagus karena membantu pemerintah dalam menangganin Covid-19 di saat anak-anak belajar di rumah.

“Kami sangat merespon baik program ini. Kami melihat adanya kekhawatiran dengan pembelajaran di rumah saat ini melalui daring (online). Takutnya ada kekurangnya sehingga sekolah mengambil inisiatif menghubungi RRI untuk ikut terlibat mengisi siaran belajar di sini (RRI Batam),” kata Wiwit.(hbb)