Lingga

Selama Libur Sekolah Murid di Lingga Diberi Tugas, Orang Tua Diminta Memantau

Kadisdik Lingga, Junadi Adjam. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Diperpanjangnya libur sekolah tingkat PAUD, TK, SD dan SMP sederajat dari tanggal 1 April hingga 19 April 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lingga, murid diberi pelajaran.  Diminta orang tua atau wali murid untuk memantau tugas anak.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lingga, Junadi Adjam menuturkan, setelah adanya surat edaran Bupati Lingga terkait perpanjangan libur sekolah yang disebabkan belum stabilnya isu virus Corona atau Covid-19, pihaknya sudah menyiapkan dua langkah strategis dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi sekarang ini.

“Kita sudah mempersiapkan dua versi dalam menangani isu penyebaran Covid-19 dan sistem anak belajar di rumah selama diliburkan sekolah oleh pemerintah,” ungkap Junaidi Adjam, Rabu (1/4).

Sebutnya, yang pertama, tim tanggap yang sudah dibentuk dalam mengantisipasi isu Covid-19 di masing-masing sekolah yang melibatkan dinas dan pihak sekolah.

“Tim tanggap kita bentuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah diputuskan bersama dalam pencegahan dini atau mengantisipasi penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Untuk yang kedua sistem dalam jaringan (Daring), sambung Junaidi, para guru dan orang tua wali murid harus bersenergi untuk memantau tugas mandiri anak belajar di rumah, sebab meski libur namun anak harus belajar secara mandiri di rumah, yang diawasi guru dan orang tua.

“Di sinilah perlunya sinergi orang tua dalam memantau anak-anak mereka belajar di rumah, dengan diberi tugas oleh para guru-guru sekolah di tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Lingga,” kata Junadi lagi.

Di singgung maslah ujian nasional (UN) sekolah, tanggal 13 April 2020 sudah dilaksanakan, mengingat isu Covid-19 masih belum aman maka, secara nasional UN ditiadakan, namun pemerintah menerapkan sistem portofolio.

Portofolio itu adalah sambung dia, kumpulan hasil karya seorang peserta didik, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan oleh guru atau oleh peserta didik bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum.

“Tidak cukup pengawasan dari sekolah (guru), namun butuh sinergi orang tua wali dalam memantau anak untuk belajar di rumah. Libur ini bukan berarti anak-anak tidak belajar, namun tetap belajar seperti hari biasa namun dalam pengawasan guru yang di bantu oleh orang tua,” imbuhnya.

Ketika ditanya untuk ujian kenaikan kelas, Junaidi kembali menjawab, jika memang situasi sekarang ini masih saja seperti ini, pemerintah tetap menjalankan sistem yang sudah diterapkan tersebut.

“Kalau memang situasi tetap seperti ini juga, berarti sistem untuk kenaikan kelas juga tetap menggunakan sistem Portofolio. Karena ujian kenaikan kelas pada bulan Mei tahun 2020, maka pemerintah akan melihat situasi dan terlebih dahulu,” tukasnya.(mrs)