Batam Kita

Pasar dan Mall di Batam Tetap Buka, Masyarakat Tak Perlu Resah

Kepala Bidang Pasar, Zulkarnain saat sosialisasi di Pasar Aviari Batuaji, Senin (30/3) sore. (Posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Adanya isu bahwa pasar ditutup, Wali Kota Batam HM Rudi sudah menegaskan kabar itu tidaklah benar. Menanggapi hal tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam langsung melakukan sosialisasi kepada sejumlah pedagang yang berjualan di pasar-pasar.

“Kami menegaskan pasar-pasar tetap berjualan seperti biasa. Kami dari Disperindag selaku pembina pasar, mengantisipasi berita yang beredar di masyarakat, yang menyatakan pasar akan tutup dua minggu. Kami dari Pemerintah Kota Batam menyatakan itu tidak benar,” ujar Kepala Bidang Pasar, Zulkarnain saat sosialisasi di Pasar Aviari Batuaji, Senin (30/3) sore.

Sementara, Gustian Riau, Kepala Disperindag Batam mengatakan tim turun untuk memastikan bahwa aktivitas pasar tetap berjalan. Seluruh pasar yang ada di Batam terlihat masih beroperasi seperti hari biasa. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak panik dan khawatir.

“Kita tak ingin masyarakat resah, pedagang resah. Maka kita turunkan tim untuk sosialisasikan hal ini. Karena Walikota (Rudi) telah menyampaikan aktivitas pasar tetap bukan namun tetap mematuhi imbauan yang ada,” imbau Gustian.

Lebih lanjut katanya, pemerintah mengimbau untuk tidak melakukan penimbunan serta menaikkan harga di luar kewajaran. Agar tidak terjadi pembelian berlebih atau panic buying di tengah masyarakat.

Selain penegasan tentang pasar tetap buka, tim juga menyampaikan protokol di pasar terkait pencegahan penularan corona virus disease (Covid-19). Di antaranya menjaga kebersihan meja atau kios dagangan. Pedagang dianjurkan menggunakan masker dan sarung tangan. Gustian juga meminta pengelola pasar juga sudah menyiapkan sarana cuci tangan di pasar masing-masing. Sehingga warga yang berbelanja mencuci tangannya ketika masuk dan keluar pasar.

“Cuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir sesuai anjuran. Jadi kita meminta pengelola menyediakan sarana tempat pencuci tangan bagi pengunjung padar,” terang Gustian.

Selain itu, pengunjung juga diminta untuk mengatur jarak atau physical distancing. Serta tidak bersalaman atau tidak bersentuhan antar individu. Gustian berharap tidak menelan mentah informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Serta tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kepanikan.

“Besok tim juga akan turun kembali ke pasar-pasar untuk melihat penerapan physical distancing atau jaga jarak ini. Dan kita masyarakat tetap tenang dan jangan mudah percaya kabar yang beredar dan menyebarluasakannya,” pesan Gustian.

“Pasar akan ditutup itu hoaks. Saya tidak pernah mengeluarkan surat edaran penutupan. Mall dan pasar boleh buka,” terang Wali Kota Rudi saat itu di Batamcentre.

Ia menegaskan kembali bahwa surat edaran yang ia sampaikan yakni larangan berkerumun dan pembatasan jarak saat bersosialisasi. Hal ini untuk menghindari penularan Covid-19.

“Jaraknya sebaiknya paling dekat 1,5 meter paling jauh tak ada batasnya. Artinya yang kita larang kerumunan. Silahkan belanja tak ada larang yang penting jaga jarak,” imbaunya.(hbb)