Batam Kita

Dikira karena Corona, Pria Ini Terjun di Jembatan 1 Barelang…

Suasana Jembatan 1 Barelang. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Pria berinisial EK ini sempat membuat gempar warga dan pengunjung di jembatan 1 Barelang. Pasalnya, pria paruhbaya itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara loncat dari jembatan 1 Barelang. Awalnya, warga mengira EK mengidap virus Corona, karena usai meloncat dibawa petugas medis memakai baju hazmat.

Kejadian ini berlangsung Rabu (25/3) lalu. Ketika itu, EK sedang duduk di pinggiran jembatan 1 Barelang, Sagulung. Dari gelagatnya, ia seperti orang frustasi. Namun demikian, pengunjung berusaha melarang EK agar tidak duduk di tepi jembatan.

“Lalu EK mengambil ancang-ancang untuk terjun bebas ke dasar laut,” kata seorang sumber POSMETRO.CO.

Dilihat dari tingkah lakunya, itu warga pun menduga bahwa EK terkena virus corona. Apalagi EK bukan muda lagi, namun umurnya sudah berkisar 50 an tahun.

“Saat EK meloncat, warga teriak. Tiba di bawah jembatan, EK ditolong nelayan,” ucap sumber tadi.

Mendengar informasi tersebut, Polsek Sagulung langsung bergerak cepat dan koordinasi dengan RSUD Embung Fatimah. Dengan menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri berupa baju Hazmat (Hazardous Material), EK dijemput di bawah jembatan 1 Barelang.

“Kami heran. Setelah EK ditolong dan dibawa ke daratan, ia langsung bisa berdiri dan berjalan,” kata AKP Riyanto, Kapolsek Sagulung.

Untuk mengetahui apakah EK terpapar virus corona, pria yang berdomisili di Batuampar itu diambil-alih pihak RSUD Embung Fatimah. Bahkan saat tiba di RSUD Embung Fatimah, EK disambut oleh petugas berbaju hazmat.

“Setelah diperiksa, ternyata EK tidak terpapar virus corona. Namun ia nekat bunuh diri karena ada masalah, hanya saja dia tak mau cerita. Dan akhirnya memilih pulang,” tutur Riyanto saat dikonfirmasi POSMETRO.CO, Minggu (39/3).

Terkait petugas yang memakain baju hazmat, Riyanto mengatakan, hal itu sudah wajib dilakukan petugas medis. Sebab di saat seperti ini, petugas akan selalu waspada, apalagi kasus ini menyangkut seseorang yang mencoba bunuh diri.

“Ia, pakaian serba sefety wajib digunakan saat ke TKP (Tempat Kejadian Perkara), itu sebagai antisipasi saja,” tutupnya.(jho)