Batam Kita

Pasar dan Mall Tetap Buka, Pekerja PT Tetap Beraktivitas

Wali Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Isu menutup sejumlah pasar di Batam membuat Wali Kota Batam, HM Rudi mengaku terkejut. Karena pihaknya tidak ada melarang aktivitas pasar dihentikan.

“Pasar akan ditutup itu hoaks. Saya tidak pernah mengeluarkan surat edaran penutupan. Mall dan pasar boleh buka,” terang Rudi, di Batamcentre, Kamis (26/3).

Ia menegaskan kembali bahwa surat edaran yang ia sampaikan yakni larangan berkerumun dan pembatasan jarak saat bersosialisasi. Hal ini untuk menghindari penularan virus corona (Covid-19).

“Jaraknya sebaiknya paling dekat 1,5 meter paling jauh tak ada batasnya. Artinya yang kita larang kerumunan. Silahkan belanja tak ada larang yang penting jaga jarak,” pesan Rudi.

Selain itu Rudi juga meluruskan persoalan terkait para pekerja akan diliburkan. Ia kembali membantah perihal itu, karena ia tidak pernah menyampaikan bahwa pekerja harus di rumahkan untuk sementara waktu.

“Ada yang bilang seluruh pekerja akan diliburkan. Ini tidak ada, saya tidak pernah menyampaikan demikian, tolong diluruskan,” bantah Rudi.

Persoalan tersebut diklarifikasi melalui rilis yang disampaikan Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar. Bahwa Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam HM Rudi, sejauh ini tidak meminta perusahaan-perusahaan di Batam untuk menghentikan kegiatan operasionalnya pada saat ini dalam pencegahan penyebaran virus Corona.

Rudi sangat mengerti dan mendukung semua jenis usaha untuk tetap beraktivitas dan berproduksi. Meskipun dalam keadaan pandemi COVID-19.

Namun tentunya, Rudi tetap meminta seluruh Pimpinan Perusahaan untuk tetap berpedoman pada surat imbauan Walikota Batam Nomor 263 tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus atau COVID-19.

Dalam hal ini, setiap pimpinan perusahaan diminta untuk melakukan antisipasi penyebaran COVID-19 di ruang lingkup kerjanya. Kepada pekerjanya dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan.

Seperti perilaku hidup bersih dan sehat. Ada beberapa cara yang harus diikuti seluruh karyawan. Yakni melakukan pengecekan suhu tubuh kepada setiap karyawan saat datang dan pulang kerja. Kemudian, sering mencuci tangan dengan pakai sabun. Berikutnya, menyediakan hand sanitizer di lingkungan perusahaan. Lalu menyediakan masker untuk setiap karyawan.

Selanjutnya, menyediakan durasi waktu yang cukup. Seperti saat kepulangan dan kedatangan karyawan shift yang berbeda. Sehingga tidak terjadi pertemuan atau penumpukan karyawan yang berbeda shift tersebut. Sambung, mengatur jumlah dan posisi karyawan saat istirahat makan, serta tidak saling berhadapan saat sedang makan. Dan terakhir mengimbau para pekerja untuk kembali selepas melakukan pekerjaan dan menghindari tempat-tempat keramaian.

Selain itu, semua pimpinan perusahaan juga diminta membuat rencana kesiap siagaan dalam menghadapi pandemik COVID-19. Dengan tujuan memperkecil risiko penularan di tempat kerja dan menjaga kelangsungan usaha.

Perusahaan juga harus menyampaikan bagi pekerja yang mengalami gejala batuk/pilek, sakit tenggorokan, demam dan gangguan pernapasan agar segera memeriksakan diri kepada dokter Puskesmas, klinik maupun rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah.(*/hbb)