Batam Kita

Bantuan 800 Rapid Test dan Rp 2,5 M, Dana Diminta Dimanfaatkan dengan Baik

Pengusaha Batam saat menyerahkan bantuan alat medis rapid test dan uang Rp 2,5 miliar, Kamis (27/3) sore. (Posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali mendapat bantuan alat medis yakni rapid test Covid-19 dari sejumlah pengusaha. Penyerahan secara simbolis ini berlangsung di Dataran Engku Putri Batam, Batamcentre, Kamis (27/3) sore.

“Bantuan ini bukan untuk Pemko Batam tapi untuk pelaksanaan pemeriksaan Covid-19 melalui Pemko Batam,” kata Wali Kota Batam HM Rudi di lokasi.

Ia menegaskan, meskipun bantuan tersebut diterima namun ada mekanisme yang harus dikuti. Sehingga, ketika Covid-19 ini berakhir tidak menimbulkan permasalahan baru. Bantuan yang diterima saat ini berupa 800 buah rapid test.

“Tentunya mekanisme akan kita ikuti. Hari ini kita menerima rapid test sebanyak 800 buah yang akan kita terima. Untuk uangnya besok akan diterima Sekda (Jefridin) sebagai pengguna anggaran,” sebutnya.

Jumlah itu kata Rudi, akan digunakan untuk mengambil sampel masyarakat yang sudah disisir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Rudi juga menyampaikan bahwa saat ini, tim belum melakukan pemeriksaan karena ada beberapa alat yang belum lengkap.

“Berarti ada 800 sampel yang bisa kita gunakan. Perlu saya sampaikan, kepada bapak Abidin bahwa alat yang dibantu kemarin ada yang belum lengkap. Sehingga, kami belum bisa menggunakan untuk ngetes,” jelasnya.

Sementara, pengusaha Batam sekaligus mewakili pelaku usaha Abidin mengatakan, selain menyerahkan rapid test, pihaknya juga menghibahkan dana operasional sebesar Rp 2,5 miliar tahap pertama untuk penanganan Covid-19.

“Saat ini kami saluran dana dari pengusaha dan masyarakat kecil yang ikut menyumbang. Tentunya nantinya kami minta pertanggungjawaban dan dana ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena kami juga akan diaudit. Saya bilang sama tim untuk berhati-hati,” bebernya.

Karena kata Abidin, jika itu menyangkut donasi ada mekanisme yang penting secara keseluruhan. Seperti membeli barang harus ada tanda terima atau hitam di atas putih sebagai tanda bukti. Agar pihaknya juga bisa mempertanggungjawabkan hal tersebut ke penyumbang donasi.

“Kami pengusaha juga sangat khawatir. Melihat pemerintah juga sulit dan sudah bekerja keras dalam menangani virus ini,” kata Abidin.

Sehingga bantuan yang berikan sekiranya bisa digunakan sesuai kebutuhan saat ini. Abidin juga mengajak seluruh pengusaha untuk bersama-sama bersatu melawan wabah virus Corona ini.

“Apapun itu kita bersatu melawan virus ini. Karena ini bukan saja tanggungjawab pengusaha. Tapi media juga turut andil untuk memberikan berita yang akurat dan tidak hoaks,” pesannya.

Pengusaha lainnya Eddy Hussy menyebutkan bahwa timnya belum menyerahkan alat medis lainnya seperti alat pelindung diri (APD). Karena barang tersebut akan datang dalam 2 pekan ini.

Diakuinya, barang-barang tersebut saat ini susah didapat karena banyak negara juga memesan alat medis itu. Ia berharap Pemko Batam dapat bersabar menunggu alat yang digunakan tim medis ini.

“Sekarang beli barang susah setengah mati. Jadi semua harap maklum kami akan berangsur. Tahap awal 800 unit, jadi untuk dua minggu saya pikir cukup,” ucap Eddy.(hbb)