Batam Kita

BP Batam Terus Maksimalkan Semua Waduk, agar Dapat Menyuplai Air Baku

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan saat konpers di halaman Gedung Marketing Centre BP Batam, Batamcenter, Kamis (26/3). (Posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Ketersediaan air dinilai cukup di waduk Duriangkang, Badan Pengusahaan (BP) Batam meminta pihak PT Adhya Tirta Batam (ATB) tidak melakukan rationing atau penggiliran air ke pelanggan.

“BP Batam minta ATB batalkan penggiliran distribusi air ke pelanggan. Ini sesuai evaluasi Kepala BP Batam (HM Rudi) terhadap ketersediaan air baku dinilai cukup,” kata Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan di halaman Gedung Marketing Centre BP Batam, Batamcenter, Kamis (26/3).

BP Batam juga meminta ATB melakukan berbagai langkah praktis untuk memperbaiki sistem pengambilan air baku di waduk Duriangkang tertutama instalasi pengolahan air (IPA) di Tanjung Piayu. Sebagai operator air bersih selama 25 tahun, ATB telah memiliki teknologi yang cukup canggih yakni SCADA untuk mendistribusikan air secara baik ke 285.000 ribu pelanggan di Batam.

“Seharusnya mereka sudah melakukan perbaikan sistem jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga pendistribusian air bersih tidak terganggu dan tidak dilakukan rationing,” terang Binsar didampingi Dendi Gustinandar, Direktur Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam.

Sesuai arahan pimpinan, sebut Binsar, dalam menghadapi kemarau panjang saat ini BP Batam akan tetap melakukan evaluasi ketersedian air baku di waduk Duriangkang. Pihaknya juga akan menyampaikan informasi kepada ATB kapan akan melakukan pengambilan air baku dengan skema yang berbeda saat ini.

“BP Batam meminta ATB juga melakukan perbaikan cara pengambilan air baku dari opsi praktis yang bisa mereka lakukan. Dan menyesuaikan kondisi air baku saat ini,” jelas Binsar.

Cara ini jelasnya dapat dilakukan dengan memperpanjang pipa yang ada di intake Tanjung Piayu. Saat ini sebut Binsar, elevasi dam Duriangkang hampir mencapai minus 3,4 di bawah spill away dari posisi ketinggian air.

“Berdasarkan pantauan kita di lapangan kondisi pada intake Tanjung Piayu sebenarnya masih mempunyai space yang cukup. Tentunya untuk mensuplai air baku sesuai dengan kapasitas air baku Tanjungpiayu 225 liter per detik,” terangnya.

Hal ini juga yang sudah dilakukan kawasan Industri Batamindo pada intake miliknya di waduk Duriangkang. Binsar menambahkan, di satu sisi pihaknya terus berupaya memaksimalkan agar semua waduk di Batam tetap dapat menyuplai ketersediaan air baku, salah satunya melalui lelang pengadaan pipa untuk pemompaan air baku dari waduk Tembesi ke waduk Mukakuning sepanjang 4 km.

“Waduk Tembesi adalah waduk terdekat dengan Waduk Muka Kuning, sehingga nantinya air baku Tembesi dapat disuplai ke Muka Kuning,” ucap Binsar.(hbb)