Karimun

Jadwal Kapal dari Malaysia Dibatasi Sampai Pukul 13.00 WIB

Bupati Karimun, H Aunur Rafiq menggelar rapat koordinasi Satgasus penanganan Covid-19, di Ruang Cempaka Putih, Kantor Bupati, Senin (23/3). (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang akan pulang melalui Pelabuhan International Tanjungbalai Karimun diperkirakan akan terus bertambah. Untuk mengantisipasi kepanikan warga akan penyebaran virus Covid-19, Bupati Karimun, H Aunur Rafiq pun meminta KSOP membatasi jadwal kedatangan kapal dari Malaysia. Rafiq menegaskan agar kedatangan kapal dari Malaysia dibatasi sampai pukul 13.00 WIB.

“Jadi tidak ada lagi kapal yang datang dari Malaysia mengangkut TKI ke pelabuhan International Karimun, kapal terakhir kita minta pukul satu siang,” tegas Rafiq dalam rapat koordinasi Satgasus penanganan Covid-19, di Ruang Cempaka Putih, Kantor Bupati, Senin (23/3).

Rapat yang dihadiri Ketua Satgasus, Muhd Firmansyah, Kapolres Karimun, Dandim 0317, Danlanal TBK, KSOP, Dinas Kesehatan dan sejumlah instansi lainnya ini dilakukan agar masyarakat tidak panik.

“Jadi dengan pembatasan jadwal kedatangan kapal tersebut, TKI yang tiba di Karimun dan bukan merupakan warga Karimun, dapat langsung berangkat menuju daerah asalnya seperti ke Bengkalis, Dumai dan lainnya melalui pelabuhan Domestik, sehingga tidak akan ada lagi TKI yang diinapkan di Kabupaten Karimun seperti kejadian Minggu malam kemarin,” tegas Rafiq lagi.

Sementara dari jumlah 209 TKI asal Malaysia yang diinapkan di Gor Badang Perkasa yang tiba pada Minggu (22/3) malam, semuanya sudah dipulangkan.

Dimana dirincikan Rafiq, jumlahnya mencapai 209, sebanyak 193 merupakan warga luar Karimun dan sisanya 16 orang disebutkan memiliki keluarga di Karimun dan sudah dijemput keluarganya.

Dari 209 orang tersebut dinyatakan untuk saat ini semua dalam keadaan sehat, dan sudah dilakukan tes kesehatan sebanyak tiga kali.
“Dan semuanya sudah dipulangkan ke daerah asal pada Senin (23/3) pagi,” paparnya.(ria)