Hukum

Bos Formosa Hotel Kabur ke Taiwan, Disnaker Sarankan 2 Opsi

Formosa Hotel di bilangan Nagoya. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Dinas Tenaga Kerja Kota Batam menerima surat pengaduan terkait hubungan industrial Formosa Hotel di Nagoya. Di mana pemilik hotel kabur dan meninggalkan 105 karyawan sekaligus usahanya tanpa alasan yang jelas.

“Kami sudah menerima laporannya. Suratnya sudah masuk kantor, Jumat (21/2) kemarin. Kita juga sudah turun untuk mengecek dan bertemu karyawan hotel,” kata Rudi Sakyakirti, Kadis Tenaga Kerja Kota Batam, Sabtu (22/2).

Berdasarkan laporan yang masuk ke pihaknya, bahwa pemilik hotel bernama Jerry Wang, Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan meninggalkan Batam sejak 14 Februari melalui Ferry Internasional Batamcentre menuju Singapura. Dengan membawa dokumen dan barang-barang yang telah dikemas oleh karyawan hotel.

“Lalu tanggal 15 Februari, ada karyawan yang pergi ke Singapura membawa dua tas milik Jerry Wang. Di situlah pemilik hotel (Jerry Wang) menyerahkan cek sekitar Rp 300 juta untuk membayar gaji karyawan di bulan Februari,” jelasnya.

Selain cek, Jerry Wang juga menyampaikan ada uang tambahan di sejumlah bank berkisar Rp 677 juta. Ia meminta agar diambil untuk membayar hak-hak karyawan yang ditinggalkannya. Namun, permasalahannya kata Rudi, akun transaksi tersebut atas nama Jerry Wang.

“Total dana cash pembayaran gaji sekitar Rp 977 juta. Namun, itulah yang menjadi persoalan. Hingga sekarang tidak ada kejelasan mengenai pembayaran hak karyawan tersebut,” papar Rudi.

Bahkan, pihak manajemen Formosa Hotel memutuskan menutup operasional hotel mulai, Kamis (20/2) lalu. Melihat kondisi tersebut, manajemen dan karyawan hotel melakukan rapat bersama untuk mencari solusi di hari yang sama.

“Hasil rapat mereka bahwa, pemilik gedung merupakan orang yang berbeda. Jerry Wang diketahui menyewa gedung untuk dijadikan hotel. Sekarang infonya dia (Jerry Wang) sudah kembali ke Taiwan, dan karyawan tidak tahu bagaimana nasib mereka,” jelasnya.

Dari 105 karyawan hotel, 80 persen di antaranya karyawan permanen yang sudah mengabdikan diri sejak lama. Selain pesangon, gaji Februari juga belum dibayarkan pemilik hotel. Untuk itu, Rudi meminta kepada karyawan untuk berdiskusi dan mengambil kesepakatan bersama.

“Hotel Formosa saat ini memiliki 100 kamar lebih. Semua aset masih berada di hotel,” sebutnya.

Pihaknya menyarankan dua opsi. Pertama, mencoba menghubungi pemilik gedung untuk mengambil alih hotel. Sehingga hotel tetap beroperasi dan karyawan tetap bisa bekerja. Kedua, semua aset yang ada saat ini dijual dan hasilnya dibagi bersama berdasarkan masa kerja.

Menurutnya, kalau sudah berhubungan dengan uang, persoalannya sensitif. Karena ditakutkan pembagian tidak adil dan lainnya.

“Untuk itu, saya tadi minta mereka berembuk dulu. Kalau sudah ada kesepakatan silahkan laporkan ke kami (Disnaker). Nanti kami akan tindaklanjuti kembali hasil kesepakatan karyawan tersebut,” bebernya.

Masih kata Rudi, hanya solusi tersebut yang bisa ditawarkan untuk saat ini. Sebab pemilik hotel kini sudah tidak berada di Batam. Pihaknya, akan menunggu keputusan yang diambil manajemen dan karyawan hotel.

“Jadi kami tunggulah bagaimana hasil kesepakatan mereka. Kalau butuh untuk penyelesaian nanti kami bantu. Mudah-mudahan dapat solusi terbaik untuk nasib semua karyawan ini,” pungkasnya.(hbb)