Hukum

Sebelum Gelar Razia, Provost Diminta Awasi Polisi yang ‘Main-main’

Razia gabungan dilakukan kepada pengendara yang digelar, Selasa (18/2). (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Razia atau operasi lalu lintas disinyalir ada yang ‘membocorkan’ sehingga pelaksanaan razia tidak maksimal. Karena diduga para target sudah mengetahuinya terlebih dahulu melalui grup-grup WhatsApp (WA) sebelum razia digelar.

“Jadi kita minta kepada seluruh anggota yang terlibat razia sore ini agar tidak ada yang ‘bermain-main’. Kita minta pada Provost untuk mengawasi jika ada anggota yang menyimpang,” pesan Kanit Turjawali Satlantas Polresta Barelang, Ipda Victor Hutahean saat apel gelar pasukan sebelum razia gabungan terjun ke lapangan, Selasa (18/2).

Memang dari razia yang dilakukan di depan Polresta Barelang, sedikitnya puluhan sepeda motor ikut terjaring. Begitu juga beberapa unit bus Bintang Kembar (Bimbar) yang juga jadi taget operasi sore itu. Pengendara dan sopir yang terjaring razia juga dimintai kooperatif mengikuti jalannya pemeriksaan petugas.

Ada yang dimintai untuk memeriksa kadar alkohol di tubuh sopir dengan cara diminta meniup alat yang sudah disediakan. “Ditiup tiga kali Pak,” pinta seorang petugas Satlantas kepada sopir Bimbar meniup alat tes alkohol digital tersebut.

“Baik, setelah kita cek hasilnya, bapak negatif sedang tidak mengkonsumsi alkohol. Pertahankan terus ya,” ujarnya. Diketahui, pasca kecelakaan maut di Jalan R Suprapto (Bukit Daeng) Batuaji, Batam, petugas menggelar razia gabungan guna meminimalisir kecelakaan lalu lintas di Kota Batam.(cnk)