Metro Kepri

Asosiasi Pariwisata dan Agen Travel Tiga Negara Rapatkan Barisan

Asosiasi pariwisata, para pelaku, dan agen travel Indonesia, Malaysia, dan Singapura sepakat mengampanyekan Batam dan Kepri, aman dari virus corona di Restoran Bay City, Harbourbay Batam, Selasa (18/2). (Posmetro.co/arh)

BATAM, POSMETRO.CO: Asosiasi pariwisata, para pelaku, dan agen travel tiga negara merapatkan barisan untuk menghadapi isu virus corona. Mereka yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura tidak ingin isu tersebut menggerus perekonomian di kawasan segitiga tersebut.

Mereka yang tergabung dalam asosiasi pariwisata, para pelaku, agen travel plus pemerintah setempat secara bersama-sama mengampanyekan bahwa Indonesia khususnya Batam dan umumnya Kepri, Malaysia, Singapura, sangat aman dari bahaya virus corona.

Bertempat di Restoran Bay City, Harbourbay, Batam, Selasa (18/2), mereka makan malam bersama dan berdiskusi langkah-langkah antisipatif yang perlu diambil agar, isu virus corona tidak berdampak luas ke ketiga kawasan tersebut.

Hadir merapatkan barisan malam itu 28 agen travel Malaysia, 3 agen travel Singapura, 8 agen travel domestik Indonesia khususnya dari Medan, Padang, Pekanbaru, dan Lampung. Mereka-mereka inilah yang selama ini banyak membawa para pelancong khususnya ke Batam, Bintan, dan Kepri umumnya.

Makan malam dan diskusi dikawal langsung oleh Kadis Pariwisata Kepri, Buralimar, Kadis Pariwisata Batam Ardiwinata, pihak Dinkes Kepri, Dinkes Batam, serta para pelaku yang tergabung dalam asosiasi pariwisata di Batam dan Kepri.

Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Kepri, Surya Wijaya, cukup senang dengan respon cepat para pelaku dan agen travel di tiga negara. Buktinya mereka langsung antusias diajak kumpul di Batam.

“Kami menyadari yang dihadapi dan harus bersatu melawannya adalah isunya. Isunya sendiri jauh lebih berbahaya ketimbang virusnya,” tutur Surya menjawab POSMETRO.CO.

Dr Princess dari Dinkes Kepri mengutarakan, tren virus corona di dunia mulai terjadi penurunan. Untuk itu, apalagi di Batam dan Kepri, tidak perlu khawatir. Kepri aman, Indonesia aman.

Selain karena iklan tropis, masyarakat Indonesia pemakan rempah-rempah dan rempahnya sangat kaya. Yang penting istirahat cukup dan makan yang bergizi.

“Di Batam dan Kepri, sebenarnya tak perlu pakai masker. Yang pakai masker itu yang sakit. Ke Singapura dan Malaysia juga tak perlu takut. Pemerintah mereka untuk urusan ini sangat ketat dan hati-hati,” tutur Princess.

Buralimar, Kadispar Kepri yakin pariwisata Kepri akan bangkit kembali mulai Maret 2020. Meski banyak juga yang memperediksi setelah pertengahan tahun baru akan pulih.

Ardiwinata, Kadisparbud Batam segera akan mengadakan event-event untuk membangkitkan pariwisata Batam. “Nanti eventnya kita desain tanpa masker,” imbuhnya.

Batam tidak hanya akan membidik wisman, tapi juga wisatawan nusantara (Wisnus) yang selama ini cukup banyak memberikan sumbangan ke Batam dan Kepri.(arh)