Hukum

Dishub: Angkot Nabrak Korban Pas di Tanjakan Jalan

Rahmat (kanan), sopir maut yang menabrak pengendara motor hingga tewas diamankan di kantor polisi. (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Terkait kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang pengendara motor tewas ditabrak angkutan umum kota (Angkot) Batam, Kabid Lalu Lintas Edward Dishub Kota Batam mengatakan, masalah utama pada angkot Bimbar itu adalah sopir.

Kalau kendaraan, lanjut Edward, penyebab yang kesekian sebab jarak tempuh Batam ini tidak terlalu jauh, dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Setelah dicek Dishub, Bimbar tersebut sudah mati KIR sejak 2018 lalu. Lanjut dia, masalah yang kedua disebabkan karena pengusaha ataupun badan usaha selalu menyepelekan keselamatan penumpang.

“Sopirnya kadang tidak satu, ada namanya sopir tembak atau sopir dua dan tiga yang beda pengetahuan dalam mengemudikan kendaraan,” tegasnya. Edward menegaskan, dari sisi sopir pastinya kejar waktu dan kejar setoran.

“Jadi melupakan keselamatan penumpang dan dikarenakan kejar setoran tadi,” timpalnya.

Edward menyebutkan, rata-rata sopir itu ada timernya juga. Kalau sopir satu waktunya pagi sama sore yaitu jadwal karyawan masuk dan pulang kerja.

“Sopir dua dan tiga setelahnya. Tapi masalahnya sopir serap ini kan juga harus mengejar setoran. Sementara belum tentu banyak penumpangnya,” kata Edward.

Pihaknya meminta agar badan usaha lebih selektif memberikan kendaraan kepada sopirnya.

“Kalau nabrak pas tanjakan itu nggak ada hubungannya dengan rem blong. Kecuali kalau penurunan. Ini hanya kelayakan dari sopirnya. Silahkan dicek,” tambahnya.

Pihaknya mrngimbau, agar masyarakat menggunakan transportasi umum yang sudah disediakan pemerintah seperti Trans Batam.(cnk)