Karimun

Bupati Ajak Warga Karimun Daftar Sensus Penduduk Online

Launching Sensus Penduduk 2020 seluruh OPD se-Kabupaten Karimun,Selasa (18/2). (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Bupati Karimun, H Aunur Rafiq didampingi Wakil Bupati Karimun, H Anwar Hasyim bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karimun, Nurul Choiriyati serta Dandim Tbk Membuka Rapat Koordinasi Daerah Sensus Penduduk 2020. Rapat kordinasi ini digelar di Ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Selasa (18/2).

Turut menghadiri kegiatan Launching Sensus Penduduk 2020 seluruh OPD se-Kabupaten Karimun, FKPD Karimun dan Camat se-Kabupaten Karimun.
Rapat koordinasi ini sekaligus dimulainya Sensus penduduk secara online yang digelar hingga 30 Maret 2020 mendatang.

“2020 ini di mana sensus penduduk dilaksanakan sesuai Peraturan Presiden Nomor 39 dan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2019, dimana Pemerintah daerah, BPS dan disdukcapil untuk bekerja sama dalam rangka melakukan sensus penduduk secara online atau secara mandiri,” ucap Rafiq.

Dan tentunya, lanjut Rafiq, dalam rapat koordinasi pemerintah daerah ini, ia mengharapkan seluruh jajaran hingga TNI / Polridan jajaran pemerintah daerah mulai dari kepala dinas, kepala badan, kepala bagian, camat serta lurah untuk dapat membantu pelaksanaan sensus ini.

Rafiq juga berharap juga dari TNI/POLRI dengan jajarannya, juga instansi vertikal ikut serta mensosialisasi dengan baik sistem online ini. Memang ia diharapkan secara mandiri, tetapi harus melakukan bimbingan oleh karena itu petugas sensus melalui BPS, akan turun ke kecamatan-kecamatan dan juga ke desa serta kelurahan.

Kemudian dari jajaran, tambahnya, di bawah untuk juga dapat mensosialisasikan ini. Agar masyarakat dapat mengisinya sendiri. Kalau tidak tercapai sampai tanggal 30 Maret mendatang, akan dilakukan sensus penduduk yang kedua yaitu sensus penduduk dengan cara dimana petugas sensus yang akan datang ke rumah-rumah karena mereka sudah punya data siapa saja yang belum melakukan sensus secara mandiri atau secara online tersebut.

Mereka yang akan datang ke rumah-rumah untuk melakukan pencatatan terhadap keluarga yang mungkin mengalami kesulitan, karena tidak memiliki perangkat handphone android atau memang tidak mengerti.

“Yang kita lakukan hari ini diharapkan sangat membantu kegiatan sensus penduduk yang sudah diamanatkan, dan kita berapa peran semua pihak untuk mensukseskan Sensus Penduduk 2020 ini,” tegas Rafiq.

Sementara Kepala BPS Karimun Nurul Choiriyati menyatakan, sensus penduduk ini dapat dilakukan hanya dengan mendaftar melalui online.

Untuk pendaftaran online kali ini dibutuhkan nomor KK, Nomor NIK, Nomor Buku nikah/surat, Cerai, Akte Kematian, untuk Nomor KK nya bagi yang terbit sebelum bulan Juni 2019 bisa terakomodir namun jika di atas Juni 2019 tidak akan bisa terakomodir.

Di sini nanti petugas kami yang akan datang melakukan pendataan. Kemudian yang akan diisi kondisi rumah, selanjutnya data individu dimulai dari kepala keluarga hingga anggota keluarga, pencatatan online juga akan diminta pendidikan dan agama, yang jelas pertanyaannya tidak akan sulit,” ucap Nurul.

Kemudian setelah melakukan pencatatan data online, masyarakat bisa memilih opsi simpan sementara atau langsung kirim. “Jadi kalau simpan sementara nanti masyarakat bisa membuka ulang dengan user dan password yang sudah dibuat di awal untuk melihat lagi, namun kalau langsung kirim data tidak akan bisa di rubah lagi,” tambahnya.

Sementara tujuan Sensus penduduk ini, Dikatakannya paling penting untuk mengetahui berapa jumlah penduduk saat ini secara riil. Kedua untuk mengetahui karakteristik mulai dari usia produktif atau di usia tua.

“Kita juga bisa lihat karakteristik penduduk kita. Termasuk penyebarannya juga berdasarkan Kelurahan dan yang terpenting data ini bisa digunakan pemerintah daerah untuk melakukan berbagai program pemerintah baik dari pendidikan atau kesehatan dan lainnya,” tegasnya.

Setelah sensus penduduk online 30 Maret 2020 mendatang, disebutkan Nurul, pihak akan dapat melihat siapa saja yang sudah melakukan pendaftaran online dan siapa yang belum. Dari situ nanti pihaknya kemudian akan melakukan pendataan dengan menurunkan tim langsung ke masyarakat.

“Nanti kita akan menurunkan tim dari BPS langsung dengan jumlah sekitar 300 orang untuk melakukan pencatatan kembali,” tegasnya lagi.(ria)