Hukum

Tertibkan ‘Angkot Pencabut Nyawa’ di Jalan Batam

Ketua Paguyuban Magetan, Nur Wahid saat di RS Embung Fatimah, Batuaji Kota Batam. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Pagi itu matahari belum sepenuhnya menampahkan sinarnya. Tapi warga Batuaji dan Sagulung sudah beraktifitas. Hal ini terlihat dari segi keramaian pengendara yang melintas di jalan Raya R. Suprapto. Angkutan umum pun terlihat mengetem di halte depan Tembesi Center, Senin (17/2).

Ada juga mobil yang berhenti di tepi jalan tersebut yang membuat arus lalu lintas sedikit terganggu. Sebagian pengendara membunyikan suara klakson sebagai aba-aba agar kendaraan di depannya cepat jalan.

Namun, klakson itu dihiraukan para pengendara angkutan umum (Angkot). Sebagian dari mereka masih tetap bertahan di tepi jalan untuk menunggu sewa. Dan begitu sewa sudah mulai kosong, para sopir angkutan langsung melaju kencang untuk mengejar tripnya.

Dari kelakukan para sopil yang ugal-ugalan di jalan itu, kembali memakan korban jiwa. Korban kali ini ada dua orang wanita pengendara motor yakni Sri Wahyuni dan Erisa, mereka merupakan kakak beradik.

“Sri Wahyuni meninggal dunia, sementara Erisa mengalami patah tulang dan masih koma di RSCS Panbil. Korban dibonceng oleh adiknya,” ucap Nur Wahid, Ketua Paguyuban Magetan.

Menurut Nur Wahid, insiden ini terjadi karena kelalaian sopir angkutan umum. Bahkan dari pengamatan Nur Wahid, mobil angkutan jenis ELF tersebut sering ugal-ugalan dan mengancam keselamatan pengendara.

“Sopirnya tidak memikirkan keramaian di jalan raya, sehingga masyarakat lain menjadi korban,” tuturnya.

Untuk ke depannya, Nur Wahid berharap agar pemerintah mengkaji ulang masalah izin angkutan umum itu. Bahkan aksi ugal-ugalan para sopir ini menjadi sorotan para pengendara.

“Jika memang tidak tertib, maka ada baiknya agar izin angkutan itu dibekukan untuk selamanya,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, pagi itu sekitar pukul 06.00 WIB. Sri Wahyuni dan Erisa, adiknya pergi ke tempat kerjanya di PT Epson, Mukakuning. Setiba di sekitar Danau Daeng, motor yang dikendarai kakak beradik ini ditabrak mobil angkutan umum.

“Informasinya korban ditabrak mobil Anugrah (sejenis bimbar), adiknya mengalami patah tulang dan masih mendapatkan perawatan medis,” ujar Roso, keluarga korban, usai kejadian.(jho)