Kolom Tengah

Nanti Kita Cerita Hoax dari Grup Sebelah

Ade Adran Syahlan

PAGI-PAGI sudah “ditugasi” membuktikan info hoax. Kali ini soal ada yang meninggal di Semarang kena virus corona. Hoaxnya lengkap pula dengan cuplikan video berita Kompas TV.

Saya yang selalu penasaran dengan hoax yang muncul di grup WA yang saya ikuti beraksi. Search google. Alamak, itu cuma simulasi penanganan pasien kena virus corona yang videonya diedit untuk tepat saat sebut korban meninggal.

Hape saya yang jadul, berusalah screenshoot alias tangkapan layar jika bahasa Indonesia. Lalu kirim ke grup WA. Apa kata yang tukang kirim info hoax itu: maaf, itu tadi dari grup sebelah.

Begitulah. Saya berulang-ulang dapat kata “mudah” dari “grup sebelah”. Padahal saya bersusah payah memburu bantahan info hoax itu. Ya, karena tadi hapenya lambat saat search. Lelet saat tangkap layar. Hee..hee…

Tambah kesal sendiri, jika di suatu grup saya sukses mengirim bantahan hoax, tapi beberapa minggu lagi muncul hoax itu lagi di grup lain. Apa tak kesal, bukti tangkapan layarnya, telah terhapus karena memori hape tak cukup. Maka terpaksa cari lagi.

Tapi apapun itu, saya berusaha tetap santai. Kadang ingin membiarkan hoax itu berlalu dari grup WA. Tapi tak tega pula, karena yang dibahas semua bumbu makanan di dapur disebut tak halal. Walau juga lantas dijawab: itu dari grup sebelah ibu majelis taklim, lhoo.

Hemmm, jadi ingat judul sebuah film yang diperankan Rio Dewanto (maaf, ini bukan hoax: saya belum nontonnya): Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Apa yang saya lakukan untuk memburu info bantah hoax akan jadi cerita ngalor ngidul yang menarik jika lagi berada di grup WA yang sepi sama sekali: tuh, ada info dari grup sebelah yang dibantah grup sebelahnya lagi. Kwkwk. ***