Hukum

Kasus Bullying Pelajar SMAN 1 Batam Lanjut

Ketua Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Pasca ditemukan dalam kondisi lemah tak berdaya di kawasan Bukit Daeng, Tembesi, Batam, M kini masih mengalami trauma yang cukup berat. Berbagai cara sudah dilakukan keluarganya, agar siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batam yang menjadi korban bullying di sekolahnya itu bisa kembali seperti sedia kala.

“Yang bersangkutan masih menjalani terapi psikologis. Mengenai kasusnya, langsung ke kuasa hukum saja bertanyanya,” kata N, kakak korban dikonfirmasi, Kamis (14/2).

Memang, keluarga memilih untuk menempuh jalur hukum akibat dampak bullying yang telah dialami M. Dari pengakuan M lewat sepucuk surat sebelum kabur meninggalkan rumah, bullying yang dialaminya itu tidak hanya verbal namun sudah ranah fisik. Keluarga nampaknya serius mengambil langkah akan memperkarakan pelaku bullying di sekolah favorit di Batam tersebut.

Itupun dibenarkan oleh Erry Syahrial, Ketua Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri.

“Benar, kasus bullying ini yang tangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kota Batam,” ujar Erry dikonfirmasi POSMETRO.CO, Jumat (14/2).

Erry mengaku prihatin. Namun dalam waktu dekat ini pihaknya tengah menyusun kegiatan roadshow ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi terkait kekerasan terhadap anak termasuk bullying.

“Kami baru dapat info juga jika kasus bullying ini sering terjadi. Pernah juga orangtua siswa melapor ke kami, namun hanya diselesaikan secara internal,” terang Erry.

Terkait bullying yang menimpa M, setahu Erry pernah perlakuan bullying terjadi hanya karena berebut pacar. “Korban (M) pernah berbuat bullying juga. Pernah ada rencana laporan ke polisi namun tidak jadi. Diselesaikan secara internal kalau nggak salah,” imbuhnya.

Artinya, M pernah berbuat bullying dan kini jadi korban bullying? “Artikan sajalah sendiri,” tutupnya.

Terpisah, Guru Bidang Kesiswaan SMAN 1 Batam, Adam mengatakan, M sudah mulai mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. “Sudah masuk mulai kemarin (Kamis),” kata Adam. Adam membenarkan juga jika ada pertemuan dengan para pihak.

“Iya kemarin, tapi tidak ada membahas masalah bullying. Hanya menanyakan kondisi anak karena sudah mulai masuk,” timpalnya.

Pihaknya pun juga belum tahu kalau keluarga M menyelesaikan masalah itu lewat jalur hukum.

Nia, Pengacara P2TP2 A Batam dikonfirmasi mengatakan, masih mempelajari kasus bullying tersebut. “Perkaranya masih digelar dengan tim,” jawabnya singkat.

Memang karena dibullying teman sekelasnya, M memilih kabur dari rumah dan kemudian ditemukan dalam kondisi lemah di kawasan Bukit Daeng, Sagulung, Batam.(cnk)