Hukum

Harga Melambung, Disperindag: Agen dan Pangkalan LPG Terindikasi Bermain

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Pertamina kembali melakukan sidak ke lapangan terkait kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.

“Razia yang dilakukan hari ini, berdasarkan informasi dari masyarakat. Yang mengatakan bahwa setiap masuk truk pengantar elpiji 3 kg ke pangkalan selalu habis,” ungkap Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Kamis (13/2).

Ia menegaskan, pangkalan yang boleh menjual sudah tercantum ke pedagang resmi dan sesuai dengan peruntukan. Namun, ada saja oknum yang malah menjual langsung ke masyarakat. Dengan harga tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 18 ribu.

“Hal ini menyebabkan HET yang awalnya Rp 18 ribu. Malah, dijual ke masyarakat di atas rata-rata. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu. Karena langka ini harganya sudah melambung tinggi,” jelas Gustian.

Menanggapi laporan tersebut pihaknya bersama Pertamina langsung turun ke lapangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut. Dengan tindakan mengambil semua stok dari pengecer yang ada. Selanjutnya tim akan mempertanyakan kepada agen yang telah menjual gas melon ke pengecer.

“Kalau nanti ada agen yang diketahui menjual ke pengecer. Maka, dengan tegas kami akan menutup agen tersebut maupun pangkalan yang bermain,” ucap Gustian.

Karena yang seperti ini kata Gustian, kalau bukan dari pangkalan, tidak akan mungkin bisa terjadi. Menurutnya, pasti ada permainan di tingkat agen dan pangkalan atau bisa juga sebaliknya. Ia juga menegaskan kembali jika terbukti bermain pihaknya akan menutup izin agen dan pangkalan tersebut.

“Langkah selanjutnya, kami kan memanggil semua pangkalan dan agen di setiap kecamatan dan kelurahan. Kalau, nanti berdasarkan data dan ternyata mereka bermain. Maka akan kita tutup izin mereka,” imbau mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam itu.

Lokasi yang disasar kedua tim yakni di kawasan Mega Legenda, Batamcentre lalu bergerak ke pinggiran jalan di sekitar Taman Raya dan lokasi lainnya.

“Kami di sini untuk mendampingi Disperindag untuk mengecek langsung kondisi di lapangan. Info adanya yang menjual elpiji gas 3 kg di atas harga rata-rata,” ujar Agus Madi, Checker LPG Pertamina Batam.

Hasilnya kata Agus, benar ada permainan antara agen ke pengecer setelah meninjau beberapa lokasi. Pihaknya juga akan segera memanggil pengecer, agen, dan pangkalan nantinya untuk mempertanyakan hal itu.

“Ternyata kita betul-betul melihat kondisi ini. Dan kami minta kepada pengecer ini, mana-mana saja yang melakukan hal yang sama.

Jika ditemukan adanya permainan di tingkat pangkalan dan agen. Pertamina juga akan mengambil tindakan tegas yakni minimal skorsing 1 bulan hingga penutupan.

“Ketahuan, kita ambil tindakkan. Minimal skorsing 1 bulan hingga penutupan. biar ada efek jera,” pungkas Agus.(hbb)