Lingga

Yayasan, Suku KAT dan Pemkab Lingga Hadiri Undangan UI

Bupati Lingga, Sekda, Kadis Pendidikan dan Ketua Yayasan Kajang foto bersama mahasiswa UI di depan Kantor Bupati Lingga beberapa waktu lalu. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Tahun 2019 lalu, Yayasan Kajang Kabupaten Lingga membawa beberapa mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan penelitian Suku Komunitas Adat Terpencil (KAT) di pesisir Lingga.

Setelah selesai melakukan studi, kali ini, melalui mahasiswa yang mengambil jurusan arsitektur dengan mengambil studi eksekursi di Universitas Indonesia mengundang secara khusus Bupati Lingga, Wakil Bupati Lingga, Sekda Lingga, Yayasan Kajang Kabupaten Lingga serta 3 orang Suku KAT asal Tajur Biru Kecamatan Temiang Pesisir.

Memang sebelumnya, mereka (mahasiswa) terlibat dalam penelitian eksekursi arsitektur beberapa bulan yang lalu di tahun 2019 di wilayah Kepulauan Lingga, dan membaur langsung dengan Suku KAT dengan waktu yang cukup lama.

Adanya undangan tersebut, Ketua Yayasan Kajang Kabupaten Lingga Densy Diaz alias Bunda Uci menyambut baik, dia sangat berterima kasih, sebab secara perlahan Suku KAT (Suku Laut) Kabupaten Lingga mulai dilirik dan terangkat.

“Alhamdulillah, Suku KAT kita tidak saja mendapat perhatian daerah, provinsi, akan tetapi sudah nasional. Yayasan Kajang menganggap ini sangat luar biasa sekali,” ungkap Densy Diaz, Selasa (14/1).

Menurutnya, banyak hal yang didapatkan atau dipelajari dari kehidupan Suku KAT, baik itu kearifan lokal atupun budayanya. Tidak cukup hanya di situ, masih banyak hal yang harus digali dari sejarah Suku KAT di Kabupaten Lingga.

“Kami sangat berharap sekali dengan pemerintah daerah keberangkatan kami dapat difasilitasi, sebab undangan juga khusus buat Bupati, Wakil Bupati dan Sekda, pengurus yayasan dan 3 orang Suku KAT yang terlibat dalam Eksekursi mahasiswa UI,” imbuhnya.

Sebagai pengurus Yayasan Kajang, dia merasa bangga atas undangan tersebut, sebab seiiring berjalannya waktu Suku KAT makin banyak yang peduli, bahkan banyak mahasiswa yang berada di luar.

“Sekali lagi kami dari yayasan berharap sekali dengan pemerintah daerah, sebab di sana akan ada pameran di museum nasional. Undang itu selama 3 hari, tanggal 17, 18 dan 19 Januari 2020,” imbuhnya.

Terkait undangan tersebut, Yayasan Kajang Kabupaten Lingga sempat bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Lingga dan Sekda Lingga sampai hari di nantikan jawaban positif pemerintah daerah.

Pemkab Lingga dalam hal ini Sekda Lingga H. Juramadi Esram ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp milikinya, menyampaikan kalau pemerintah daerah akan ada bersama nantinya.

“Insya Allah kita akan hadir, bersama warga Komunitas Adat Terpencil (suku laut) dan Yayasan Kajang Kabupaten Lingga memenuhi undangan itu,” kata pria yang akrab disapa Ucu Jhesram ini lagi.

Ketika ditanya kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Lingga memenuhi undangan UI, Sekda Lingga mengaku, kalau Bupati akan ada bersama dan Wakil Bupati menjalani ibadah.

“Kalau Pak Bupati Insya Allah hari Sabtu (18/1), kalau Pak Wakil Bupati berangkat umroh ke tanah suci,” ucap Juramadi Esram.

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar sempat ditemui juga mengaku, pemerintah daerah memfasilitasi keberangkatan Yayasan Kajang dan 3 orang Suku KAT untuk memenuhi undangan tersebut.

“Daerah sudah menyediakan anggaran keberangkatan mereka. Kalau saya memang tidak bisa ikut bersama, sebab menjalani ibadah umroh,” tutupnya.(mrs)