Kriminal

Agen Kartu Telkomsel Bobol Data NIK dan KK Pelanggan

Para pelaku yang merupakan agen resmi Telkomsel dibekuk polisi dengan tuduhan menjebol data pelanggan. (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Lima orang pelaku ini berinisial, SS, JA, JH, JN, dan JH alias K. Mereka dari salah satu perusahaan atau agen resmi Telkomsel. Jualan kartu perdana sejak Juni 2019 lalu. Tapi, Unit Reskrim Polsek Batamkota mengungkap, ada tindak pidana menyelenggarakan telekomunikasi tidak mengindahkan ketentuan sesuai dengan UU Telekomunikasi Nomor 36 Tahun 1999 dan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016.

“Bisa diancam 12 tahun penjara,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Prasetyo Rachmat Purboyo, saat ekspos Rabu (8/1).

Prasetyo mengatakan, para pelaku melaksanakan aktivasi sendiri terhadap nomor-nomor tersebut dengan mengambil data NIK dan KK orang lain tanpa sepengetahuan si pemilik data.

“Dapat data dari sebuah aplikasi yang dimasukkan ke alat ini kemudian disuntikan ke HP,” katanya.

Setelah terdaftar kemudian nomor ini dijual ke beberapa daerah Sumbar, Riau, Kepri, Jambi dan Bangka Belitung.

Kapolresta menyebut, para pelaku mendapat keuntungan lebih Rp 1.500 – Rp 2.000 dari harga beli kartu perdana dengan yang telah diaktivasi.

“Penjualannya jadi lancar sebab orang bisa langsung menggunakan kartu tersebut tanpa aktivasi lagi. Rata-rata kartu tersebut digunakan untuk paket internet,” terangnya.

Para pelaku merupakan salah satu agen resmi Telkomsel. Bahkan dalam satu hari ada sekitar 5 ribu kartu perdana yang dilakukan aktivasi.

“Data NIK dan KK tersimpan dijebol dengan menggunakan sebuah aplikasi di android atau IOS yang bisa menarik data NIK dan KK orang,” jelas Prasetyo.
Dipastikannya, aplikasi ini untuk mengetahui data pribadi orang tapi disalahgunakan oleh pelaku tanpa diketahui pemilik data.

JH, seorang pelaku mengaku, alat aktivasi nomor pelanggan itu dibelinya dari Toko Shopee. Alat itu juga digunakan untuk pengisian pulsa.

“Cara kerjanya, dari alat ini disuntikkan dari komputer langsung ke HP pelanggan,” terang JH. Tapi lanjut dia, aktivasi kartu hanya memperlancar jualan mereka.

Sementara, Divisi Enterprise Telkomsel, Prima mengaku, pihaknya tidak begitu dirugikan dalam kasus ini. Tapi pihaknya tetap melakukan pengawasan. Katanya, sales akan mengecek stok barang dan mesti jelas distribusinya.

“Misal, sales bawa kartu ke outlet A. Dia mesti tahu outlet A kemarin dapat kartunya berapa. Nanti repeat order kapan,” terang Prima.

Prima menyebut, saat ini Telkomsel mulai menekan penjualan kartu. Sebab biaya cetak satu kartu tidak sedikit. Dan sesuai dengan regulasi Kominfo satu orang maksimal tiga nomor.

“Ketika lebih dari tiga nomor, salah satu nomornya mesti di UNREG,” tutupnya.(cnk)