Rute Penerbangan Batam – Shenzhen Resmi Dibuka

    spot_img

    Baca juga

    BP Batam – Lions Club Indonesia Kolaborasi Hijaukan Waduk Sei Ladi

    BATAM, POSMETRO: Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Badan...

    Bottor Erikson Pardede: Harta Pengusaha Singapura Dikuasai Orang Kepercayaan dengan Melawan Hukum

    BATAM, POSMETRO: Sekelumit masalah dihadapi Dewi, termasuk harta peninggalan...

    Saldo Rekening Pengusaha Singapur Lenyap Rp 8,9 Miliar, Sidangnya Alot di PN Batam

    BATAM, PM: Orangnya sudah meninggal dunia pada pertengahan 2021...

    Sekdaprov Kepri Terima Audiensi TIM PKDN Sespimti Polri, Sambut Indonesia Emas 2045

    KEPRI, POSMETRO: Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad diwakili Sekretaris...
    spot_img

    Share

    Pesawat Airbus A320/PK-LAH ID-7618 Batik Air membawa 139 penumpang dari Shenzhen-Batam mendarat pada Sabtu (28/12) dinihari.(Posmetro.co/ist)

    BATAM, POSMETRO.CO: Bandara Udara Internasional Hang Nadim kini, menerima layanan perdana rute penerbangan Batam-Shenzhen dengan maskapai penerbangan Batik Air. Pesawat Airbus A320/PK-LAH ID-7618 membawa 139 penumpang mendarat pada Sabtu (28/12) dinihari.

    Para penumpang disambut oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Suwarso, District Manager Lion Air Group Batam Zaini Bire, Station Manager Lion Air Group Batam Reddy Hetharia, dan Manajemen Charter – Eco Indo Tour and Travel Andi.

    Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso mengatakan, dua hari sebelumnya pihaknya telah menggelar rapat koordinasi di Bandar Udara Hang Nadim bersama stakeholders terkait, yakni Custom Immigration Quarantine Procedures (CIQP), maskapai penerbangan, dan Manajemen Charter, untuk membantu kelancaran penerbangan internasional di Batam ini.

    “Alhamdulillah, semuanya mendukung, dan terbukti tadi semuanya mengapresiasi penerbangan ini, termasuk para penumpang. Karena kami memberikan layanan pengumpulan passport penumpang, sehingga proses dari turun pesawat, mengantre imigrasi, sampai masuk ke bus berlangsung singkat,” katanya.

    Suwarso menambahkan, rute penerbangan baru dari Batam ke Shenzhen, Tiongkok ini merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara di Batam. Hal ini keinginannya agar sektor Barat, yakni Cengkareng, Kualanamu dan Batam dapat menjadi destinasi dari dan ke luar negeri, khususnya dari negara Tiongkok dan Korea Selatan (Korsel).

    “Hang Nadim, buka operasional 24 jam dengan status Bandara Internasional. Kami juga melakukan koordinasi secara kontinyu dengan Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Luar Negeri RI agar memaksimalkan pemanfaatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim. Fasilitasnya juga sudah mampu,” jelas Suwarso.

    Meski izin telah diperoleh pihak Charter selama satu tahun, Suwarso berharap status ini akan meningkat dari Charter menjadi Reguler setelah evaluasi selama tiga hingga enam bulan ke depan.

    Dari rilis Batik Air, sebagai tahap awal rute ini akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Dengan pelayanan tanpa henti (non-stop) dan membawa 140 penumpang. Penerbangan bernomor ID-7618 setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu akan mengudara dari Bandar Udara Internasional Bao’an Shenzhen, Tiongkok (SZX) pukul 01.50 waktu setempat. Dan dijadwalkan tiba di Bandara Udara Internasional Hang Nadim Batam (BTH) pada 04.45 WIB.

    Sedangkan jadwal keberangkatan setiap Senin, Rabu, dan Jumat dengan pesawat bernomor ID-7619 akan lepas landas dari Bandara Udara Internasional Hang Nadim Batam (BTH) pada pukul 19.45 WIB dan diperkirakan mendarat pada 00.40 hari berikutnya di Bandara Udara Internasional Bao’an Shenzhen, Tiongkok (SZX).

    “Baik pihak Charter dan Batik Air sudah menginformasikan ke kami bahwa di antara tiga penerbangan dalam satu minggu tersebut, akan dibuka penerbangan ke salah satu kota lainnya di Tiongkok selain Shenzhen,” bebernya.

    Namun, kata Suwarso kota yang ditentukan belum bisa dipastikan. Mengingat izin penerbangan baru dilakukan seminggu tiga kali. Pihaknya, akan menunggu keputusan dari instansi terkait.

    “Iya, masih belum ditentukan kota apa dan kapan akan dilakukan. Karena izin penerbangan ini baru dilaksanakan seminggu tiga kali. Kita tunggu kabar baiknya minggu depan,” harap Suwarso.(*/hbb)